Pesan Kakanwil, Seluruh ASN Kemenag Jateng Dapat Menunjukkan Wajah Asli Agama Melalui Moderasi Beragama

Semarang (Humas) – Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad sampaikan bahwa Moderasi Beragama harus dijalankan dengan format yang tepat supaya tidak ditunggangi kepentingan kaum atau kelompok manapun. Hal ini disampaikan pada giat Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama bagi pegawai jajaran Kanwil Kemenag Prov . Jateng di Hotel Candi Indah, Senin (25/4). Dihadapan  Kepala Pusat (Kapus) Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Wawan Djunaedi dan didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Wahid Arbani, Kakanwil membuka kegiatan orientasi tersebut dengan bacaan basmalah.

“Dari para pembawanya, seringkali Moderasi Beragama diartikan sebagai “jalan tengah”. Saya kira ini tidak tepat, sebab seolah-olah seperti kompromi dari suatu kepentingan. Bahkan yang berlebihan mengatakan bahwa ini mengajarkan bergama setengah-setengah. Saya pastikan Moderasi Bergama yang sebenarnya tidaklah seperti itu,” tutur Kakanwil.

“Maka Moderasi Beragama harus terus kita lakukan, sebab bangsa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang besar. Bermodal kekayaan alamnya, letaknya yang strategis, jumlah penduduknya serta sosial budayanya yang beragam. Indonesia harus dapat berperan dalam menata kehidupan bersama bukan saja domestik namun juga tata pergaulan dunia yang berdasar pada kemerdekaan, perdamaian abadi  dan keadilan sosial. Itulah Indonesia Raya yang kita tuju,” imbuhnya.

Dalam arahannya Kakanwil kembali menegaskan bahwa agama memiliki potensi untuk dapat ditunggangi oleh berbagai kepentingan diluar kepentingan agama. Maka Moderasi Beragama hadir untuk menunjukan wajah asli dari agama itu sendiri.

“Agama harus hadir sebagaimana dulu agama datang dari Tuhan, pewahyuan itu diberikan kepada manusia dan menjadikannya tertib. Yang tadinya biadab, dikasih agama menjadi beradab, yang tadinya khawatir menjadi aman, yang bertengkar menjadi damai, yang tadinya pesimis menjadi optimis. Itulah agama,” tutur Kakanwil.

“Kalau kemudian ada seseorang yang membawa ajaran agama namun meperkeruh suasana, pasti persoalannya bukan pada agamanya tapi orangnya yang salah. Maka inilah mengapa kita ingin menjaga bagaimana bergama yang moderat dan menghadirkan agama dalam wajah aslinya,” pungkasnya.

Pada akhirnya, Kakanwil berharap supaya seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir dapat memahami dan melakukan praktik beragama yang moderat dan dapat menjadi Agen Moderasi Beragama yang memberikan pemahaman yang benar mengenai kehidupan beragama yang moderat di tengah-tengah masyarakat.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 hari pada 25-28 April 2022. Hadir sejumlah 50 orang peserta yang terdiri dari 25 Kasubbag TU se Jawa Tengah, 8 orang penyelenggara (Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha), 10 orang pegawai di lingkungan Kanwil, dan 5 orang dari perwakilan FKUB Prov. Jateng. (ps/rf)