Pesantren Ramadhan: Melawan Rasa Malas dengan Prinsip Kaizen

Banjarnegara. Dalam rangka kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan di MTs Negeri 2 Banjarnegara, 14 April 2022. Panitia menyajikan berbagai macam materi yang menarik.

Salah satunya adalah melawan rasa malas dengan Prinsip Kaizen. Materi ini menarik perhatian peserta karena keunikannya.

Bertempat di masjid MTs Negeri 2 Banjarnegara materi disajikan dan diikuti seluruh siswa kelas 7 dengan jumlah kurang lebih 300 siswa.

Materi ini dipilih dengan tujuan untuk membangkitkan semangat terhadap siswa untuk belajar dan menjalan semua aktivitas yang ada terutama di bulan Ramadhan.

“Semangat harus ada dalam jiwa apabila kita ingin melakukan sesuatu dan sukses,” jelas Dwi Widiyastuti sebagai narasumber.

Kita harus belajar dari sebuah negara besar yakni negara Jepang.  Negara Jepang terkenal dengan etos kerja dan disiplin yang tinggi. Sejak kecil masyarakatnya sudah dilatih untuk disiplin sehingga menjadi rutinitas dan akhirnya menjadi sebuah budaya.

Beliau juga memaparkan prinsip Kaizen. Kaizen terdiri dari dua suku kata yaitu Kai dan Zen. Kai berarti berubah dan Zen artinya kebijaksanaan. Jadi makna adalah perubahan hidup bisa dicapai secara perlahan dengan penuh kebijaksanaan.

“ Prinsip ini juga dikenal dengan prinsip 1 menit. Mengulang rutinitas kecil hanya satu menit setiap hari dalam waktu yang sama,” jelasnya lagi.

Akibatnya timbul dari kebiasaan yang dilakukan satu menit setiap hari adalah munculnya tanggung jawab. Ketika berhasil maka akan punya sense of progres dan ketagihan untuk melakukan aktivitas yang dipilih.

“Tapi dengan syarat harus fokus dalam melakukan aktivitas tersebut. Cukup simpel dan mudah yaa…,” jelasnya dengan senyum.

Dengan sangat antusias siswa memperhatikan dengan saksama. Sambil mencatat apa yang sudah dijelaskan mereka mengabadikan materi dalam sebuah catatan kecil.

Acara diakhiri dengan membagi door price sebagai apresiasi untuk peserta yang bisa menjawab dengan benar. Ternyata banyak peserta juga yang memperhatikan materi yang mungkin menurutnya baru di dapat dalam kegiatan pesantren kilat ini.

“Nah tunggu apalagi silakan dipraktikkan. Jangan menunda-nunda pekerjaan apalagi menunda-nunda belajar,” pesannya menutup materi. (ya/dw/rf)