Sambut Nuzulul Quran, Mandabara Gelar Khatmil Quran dan Pengajian

Banjarnegara – MAN 2 Banjarnegara (Mandabara) menggelar Khatmil Qur’an dan Pengajian dalam rangka menyambut Nuzulul Quran pada Selasa, (19/4). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan pegawai tata usaha tersebut dilaksanakan di indoor madrasah. Sekitar pukul 08.00 acara dimulai dengan pembukaan, sambutan Wakil Kepala Madrasah, Tadarus Alquran juz 30, pembacaan doa Khatmil Qur’an, Pengajian dan acara ditutup dengan doa penutup.

Dalam kesempatan tersebut, Tadarus Alquran dipimpin langsung oleh Mohamad Amrulloh selaku Pembina ekstrakurikuler Bimbingan Tadarus Alquran. Sedangkan untuk doa Khatmil Qur’an dibaca oleh Pandya Nauval Shihab kelas XI IPA KOK yang merupakan Ketua OSIM Mandabara. Setelah pembacaan doa, acara pengajian dimulai dengan menghadirkan KH Achmad Syukron pengasuh PPTQ Roudhotul Qur’an Wangon, Banjarnegara.

Dalam ceramahnya, Achmad Syukron menyampaikan kecintaan terhadap Alquran sangat layak diperjuangkan dan tentu saja butuh pengorbanan. Hal itu semua bisa diwujudkan dengan cara terus menerus mempelajari, membaca, dan mengamalkannya.

“Jangan mengaku kitabnya Alquran kalau membacanya saja tidak pernah, mempelajari tidak mau, apalagi mengamalkannya. Paling tidak kita dalam satu tahun itu khatam dua kali,” terangnya.

“Imam Syafii mengkhatamkan Alquran dua kali dalam sehari atau 60 juz sehari selama bulan Ramadan, betapa luar biasanya beliau yang mendapatkan berkah dari Allah. Maka kita seandainya bisa khatam dua juz saja selama Ramadan, misalnya sebelum Nuzulul Quran ini satu kali, nanti mendekati akhir Ramadan satu kali lagi, itu juga sudah luar biasa,” imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam tersebut disambut antusias oleh seluruh warga madrasah. Kepala Madrasah, Ridlo Pramono dihubungi via WhatsApp juga menyampaikan rasa senangnya meskipun tidak bisa hadir secara langsung karena sedang ada kegiatan di luar.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini setelah terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19 dan sekarang bisa dilaksanakan kembali. Kegiatan ini seperti menghidupkan kembali ruh madrasah di bulan Ramadan yang sempat tertidur lama karena Ramadan kemarin semua kegiatan dibatasi dan dilaksanakan secara daring. Semoga melalui kegiatan ini Allah memberikan keberkahan kepada kita semua,” harapnya. (ta/ak/rf)