Pegawai Subbag Tata Usaha Jaga Silaturahmi dengan Pensiunan Kankemenag Kota Semarang

Semarang, Bulan Syawal dijadikan momen untuk menyambung silaturahmi oleh pegawai sub bagian tata usaha (subbag TU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang kepada pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya.

Jumat (13/5/2022) dibawah pimpinan Riyatiningsih, rombongan mengunjungi kediaman Aris Kurniansyah dan Azizah pensiunan Kankemenag Kota Semarang, yang beralamat di Tlogosari Semarang.

“Pak Aris dulu perencana dan bu Azizah terakhir bertugas di Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren), yang telah memasuki masa purna tugas kurang lebih 2 tahun lalu,” terang Riyatiningsih kepada Tri Ginarni pegawai yang mutasi ke Kankemenag Kota Semarang sekitar 1 tahun lalu.

Aris dan Azizah menyambut baik kedatangan mantan rekan-rekan kerjanya. “Terima kasih, ini sungguh tak diduga, teman-teman menyempatkan diri untuk mampir ke gubug kami, di tengah-tengah segudang aktivitas panjenengan,” ujar Aris yang nampak haru.

Dengan senang hati, untuk menyambut para juniornya, ia memetikkan hasil panen manga dari halaman rumahnya.

Pada kesempatan ini, Aris pun menyampaikan pesan kepada pegawai subbag TU agar dalam bekerja tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerja. “Keluarga terdekat di kantor adalah rekan kerja. Hampir separuh hidup kita habiskan di kantor setiap hari, kalau kita tidka bisa menjaga hubungan yang harmonis dengan teman, berangkat ke kantor saja pasti malas rasanya. Belum lagi kalau ada kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan, siapa lagi yang akan membantu kita kalua bukan teman kerja terdekat?,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bagaimana kesannya selama menjadi pensiunan ASN. “Alhamdulillah setelah pensiun, kami aktif pada beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan, baik di lingkungan RT maupun masjid. Meskipun kerja sosial, tetapi kami merasa senang masih bisa memberikan kemanfaatan bagi lingkungan sekitar. Begitupun bagi teman-teman, jika dipercaya di lingkungan sekitar, janganlah merasa terbebani, justru harus disikapi sebaliknya yaitu bahwa kita diberikan kesempatan untuk bersedekah melalui kemampuan yang kita miliki. Jika semuanya kita niati dengan keikhlasan, maka insya Allah akan bernilai ibadah,” pesannya.(NBA/bd)