Tradisi Sungkeman Guru MI Al Fatah Ke Kepala Madrasah, di Awali Tahlilan Bersama

Banjarnegara – Guru MI Al Fatah dengan kompak dan semangat mengawali sungkeman ke kepala madrasah dengan tahlilan bersama, Rabu,(11/5)

Sungkeman merupakan tradisi umat Islam dalam merayakan hari Raya Idul Fitri sebagai ungkapan permohonan maaf dari yang muda ke yang lebih tua.

Begitu juga guru MI Al Fatah selalu melakukan tradisi tersebut dalam menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinannya. Dan sebelum sungkeman selalu diawali dengan tahlilan bersama sebagai bentuk kecintaannya kepada Allah Swt. Tahlilan kali ini dipimpin oleh Umar, salah satu guru MI Al Fatah. Ia menyampaikan pentingnya tahlilan kepada tim media saat wawancara.

“Sangat banyak sekali manfaat tahlil antara lain melatih dan membiasakan kita untuk membaca kalimat Thayyibah, memelihara dan menjalin hubungan silaturahmi, berbakti kepada orang tua, kerabat, saudara, dan sahabat, serta meningkatkan ibadah kita dan mencari Ridha Allah SWT,” ungkap Umar.

Kekompakan dan semangat dalam bertahlil tidak mudah untuk guru dan karyawan MI Al Fatah dengan jumlah yang tidak sedikit, apalagi bagi yang rumahnya di luar kota dan tentu lagi mudik.

“ Memang tidak mudah untuk mengumpulkan guru dan karyawan saat liburan dan hari Raya, terutama yang sedang mudik keluar kota, maka untuk menyiasati hal itu saya selaku kepala TU menghimbau kepada seluruh guru dan karyawan untuk dapat mengatur waktu dengan keluarga dan kapan bisa silaturahmi ke pimpinan. Hal ini dimusyawarahkan jauh-jauh hari, sehingga semua guru dan karyawan sudah mengagendakannya,” kata Ning, kepala TU

Durotun Nafisah, kepala madrasah menyampaikan terimakasih kepada semua guru dan karyawan atas kehadiran dan waktunya bersilaturahmi.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh dewan guru dan karyawan atas kehadirannya semoga momen ini benar-benar saling memberi maaf, dan semoga Allah mengampuni segala kesalahan/dosa-dosa kita semua, Aamiin,” ucapnya.

Tradisi sungkeman dengan Tahlilan semoga dapat mendekatkan kita kepada Allah, selalu mengingat Allah, dan dapat mengingatkan kita bahwa kita tidak akan hidup selamanya, maka dari itu segeralah meminta maaf jika kita berbuat salah dan minta segera minta ampunan kepada Allah jika kita telah berbuat dosa. Semoga di hari yang fitri ini kita semua kembali fitri dan kembali kepada Allah dalam keadaan fitri. (nas/ak/rf)