UM-BK Perdana, MI Al Fatah Parakancanggah Bagikan Susu dan Snack Sehat Adiwiyata

Banjarnegara – Untuk meningkatkan daya pikir dan kebersamaan, MI Al Fatah Parakancanggah, bagikan susu dan snack sehat kepada peserta Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UM-BK) dan pengawas ruang ujian setiap hari.

Hari ini, Rabu (11/5) merupakan kegiatan besar (UM-BK) bagi semua madrasah ibtidaiah, begitu juga di MI Al Fatah Parakancanggah. Demi kelancaran dan kesehatan MI Al Fatah akan membagikan minuman dan snack sehat setiap hari.

“ Untuk meningkatkan daya pikir atau konsentrasi anak, maka perlu kita siapkan sarapan pagi bersama. Selain bermanfaat menambah energi juga dapat meningkatkan ikatan emosional semua peserta,” terang Titin, ketua panitia.

Durotun Nafisah, kepala madrasah menegaskan bahwa menu sarapan pagi harus sesuai dengan ketentuan madrasah adiwiyata, menu dan penyajian yang ramah lingkungan dan memiliki manfaat yang tinggi bagi siswa maupun bagi lingkungan.

“Kita pastikan bahwa menu sarapan pagi harus benar-benar selektif, pilih minuman dan makanan yang memiliki gizi dan manfaat yang tinggi, dibuat jadwal setiap harinya berbeda menunya. Selain itu dalam penyajian juga harus ramah lingkungan,” tandasnya.

“Semoga dengan program sarapan bersama ini dapat meningkatkan spirit, motivasi, dan kebersamaan semua peserta ujian, sehingga dapat meningkatkan hasil yang maksimal dan yang terpenting anak-anak nyaman dan bahagia dalam mengikuti ujian berbasis komputer perdana ini.” imbuhnya.

Diungkapkan oleh pengawas ruang bahwa UM-BK perdana ini Alhamdulillah berjalan baik dan lancar, semua peserta ujian juga nampak nyaman dan senang.

“Alhamdulillah UM-BK perdana ini selama saya mengawasi di ruang ujian, semua berjalan lancar, tidak ada kendala sinyal maupun aplikasi soal dari App. E- Learning. Bahkan semua peserta nampak nyaman dan bahagia, apalagi setelah mengetahui nilainya di akhir sesi ujian nampak senyum bahagia,” ungkap Mahmudah.

MI Al Fatah berharap semoga UM-BK perdana ini dapat dilaksanakan dengan lancar sampai akhir ujian nanti. Dan dengan menerapkan menu makanan adiwiyata semoga menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi siswa dan guru bagaimana memilih makanan yang sehat, hemat, manfaat, dan ramah lingkungan. (nas/ak/rf)