Yuniyati: Pembelajaran Setelah Ramadan Harus Meningkatkan Muraqabah Kepada Allah

Banjarnegara – Yuniyati, wakil kepala urusan kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara menyampaikan kultum pada acara halal bi halal. Acara halal bihalal ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan karyawan MTs Negeri 1 Banjarnegara dengan mengambil tempat di aula. Sesuai arahan kepala madrasah semua guru dan karyawan wajib menyampaikan kultum di setiap rapat dinas secara bergantian.

Kali ini Yuniyati menyampaikan kultum bertema muraqabah. Muraqabah artinya adalah selalu merasa diawasi oleh Allah swt. Satu bulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan berarti umat Islam sudah menerapkan muraqabah. Mengapa demikian karena apabila seorang muslim meskipun dia berpotensi makan dan minum di siang hari pada bulan puasa tetapi tidak melaksanakan. Dia tahu Allah selalu mengawasi.

“Saya ambil contoh misalnya Pak Aji sedang di dapur sendirian dan tersedia makanan yang banyak. Pak Aji bisa saja melahap semua makanan tersebut tanpa diketahui istri dan anaknya. Tetapi karena Pak Aji memiliki rasa muraqabah, Pak Aji tidak makan dan minum karena percaya Allah selalu mengawasi,” ujar Yuni Senin, (9/4).

Menurut sebuah hadis dijelaskan bahwa Allah itu lebih dekat daripada urat nadi setiap manusia. Maka semua perbuatan, perkataan akan selalu diawasi oleh Allah dan malaikat-malaikat Allah. Muraqabah ini memiliki empat manfaat sebagai berikut pertama tidak berbuat maksiat meski tidak ada yang melihat, kedua menyegerakan amal baik, ketiga mendapat rida Allah, keempat mendapatkan surga Allah.

Muraqabah ini juga bisa diterapkan dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ada sebuah istilah supervisi atau pengawasan dalam proses pembelajaran. Biasanya jika ada supervisi, guru yang bersangkutan akan menyiapkan segala sesuatu dengan sebaik mungkin karena akan dilakukan pengawasan. Sebaiknya segala sesuatu itu dipersiapkan dengan baik dalam setiap pembelajaran meskipun tidak ada supervisi. Hal tersebut adalah salah satu penerapan muraqabah dalam kegiatan sehari-hari dalam lingkup madrasah.

“Kita harus yakin setiap perbuatan kita, perkataan kita, tindak tanduk kita akan selalu diawasi oleh Allah. Maka marilah kita senantiasa berbuat, berkata yang baik-baik. Malaikat akan mencatat semua perbuatan kita untuk dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat,” lanjutnya.

Di akhir kultum Yuniyati membahas sedikit faedah muraqabah menyegerakan amal baik. Salah satu upaya menyegerakan amal baik yaitu mengganti atau wada puasa Ramadan bagi yang memiliki hutang puasa. Biasanya guru dan karyawan MTs Negeri 1 Banjarnegara khususnya kaum hawa melaksanakan wada puasa bersama-sama. Berbuat baik ini tidak harus sendirian, bersama-sama lebih menyenangkan. (Rin/ak/rf)