Baznas Cilacap Peduli Korban Gempa Banjarnegara

Cilacap – Untuk kesekian kalinya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cilacap memberikan santunan kepada korban bencana. Kali ini, Baznas Cilacap memberikan santunan kepada para korban bencana gempa bumi di Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Desa Plorengan Kec. Kalibening.

Wakil Ketua II Baznas Cilacap, Hamidan Majdi berserta timnya, mengantarkan langsung bantuan yang diberikan berupa bahan makanan pokok dan pakaian seperti selimut serta perlengkapan sehari-hari. Bantuan diserahterimakan di posko peduli korban gempa Banjarnegara baru-baru ini.

Dikatakan bahwa, Baznas Cilacap selalu siap sedia untuk membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami bencana. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program dalam rangka tanggap bencana. Menurutnya, bantuan yang diberikan saat ini masih sangat minim. Hal ini karena setiap program pentasarupan harus disesuaikan dengan tingkat perolehan yang belum maksimal. Untuk itu pihaknya akan terus meningkatkan instensitas sosialisasi kepada masyarakat.

Untuk menjalankan seluruh programnya masih terkendala perolehan zakat yang masih jauh dari harapan. Mengingat akan fungsi zakat begitu strategis terhadap kemaslahatan umat,  pihaknya terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pengeloaannya dengan baik. Sehingga kepercayaan publik akan terus meningkat seiring peningkatan kualitas manajemen.

“Salah satu hal yang sangat perlu dan tidak kalah pentingnya dengan menajemen adalah sosialisasi. Selain sosialisasi, kami juga akan terus mengadakan studi banding kepada pengurus daerah lain yang sudah maju. Seperti halnya telah kami lakukan beberapa waktu lalu. Ternyata, resep ilmu yang kami dapatkan tidak semudah dalam menjalankan. Kondisi masyarakat yang berbeda ternyata memerlukan teknik yang berbeda pula. Sehingga kami harus terus mencoba berbagai teknik pendekatan yang sesuai dengan karakter budaya setempat,”katanya.

Menanggapi keadaan Baznas Cilacap saat ini, Kakankemenag Kab. Cilacap melalui Penyelenggara Syariah, Thoha tidak menampik kenyataan tersebut. Menurutnya, masih minimnya perolehan disebabkan oleh faktor internal terutama manajemen pendekatan. Pihaknya selaku pihak yang memiliki kewenangan untuk membina terus mendorong perubahan pola pendekatan. Namun hasilnya hingga saat ini masih belum mengalami peningkatan signifikan.(On/bd)