Ruwadi, S.Dt.B – Penyuluh Agama Buddha Kab. Semarang
Keluarga yang membaca Dharma bukan hanya pintar, tapi hatinya menyatu dalam satu pemahaman
“Sahabat se-Dharma yang saya cintai,
Seringkali kita lebih sibuk menasihati anak, pasangan, atau orang tua kita, tapi lupa bahwa satu paragraf Dharma yang dibaca bersama, justru bisa mengubah ketegangan menjadi kedamaian.
Bahkan… lebih kuat dari seribu nasihat yang membuat kuping panas dan hati jengkel. Banyak dari kita merasa semakin banyak menasihati, semakin besar rasa cinta kita. Padahal dalam kenyataannya, nasihat yang tiada henti sering kali menjadi racun pelan-pelan dalam hubungan keluarga.












