Ice Breaking Mencairkan Suasana Matsama

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kab. Pekalongan – Penyampaian materi Masa Ta’aruf Siswa Madrasah dengan metode klasikal di aula membutuhkan kreatifitas dan inovasi yang tinggi untuk mengelola peserta didik asyik mengikuti kegiatan. Ice Breaking sangat dibutuhkan untuk memecah kejenuhan. Ice Breaking bisa dilakukan oleh pemateri dan seksi kegiatan Matsama. Mengelola peserta sejumlah 150 di Aula bukanlah pekerjaan mudah. Hal ini membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Rabu (20/7/2022).

Eko Rumwahyuning, S.Pd, menyampaikan Ice Breaking merupakan fasilitasi yang dimaksudkan untuk membantu anggota kelompok memulai proses pembentukan diri menjadi sebuah tim yang solid.

“Ice Breaking merupakan permainan untuk ‘pemanasan’ kelompok dengan membantu anggota untuk mengenal satu sama lain. Ice Breaking sebuah permainan untuk memecah kejenuhan saat ada acara pertemuan. Ice Breaking adalah aktivitas sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana Matsama.” tutur Eko.

Mimik Widyawati, S.Psi seksi kegiatan yang mengelola peserta Matsama sejumlah 163 di aula lantai 1 berusaha melakukan ice breaking untuk menggugah semangat. Keduanya berusaha memadukan gerak dan suara untuk menghidupkan suasana. Terkadang menggelorakan lagu dan tari yang mengugah semangat. Meneriakan yel-yel pemicu kebuntuan. Menyapa dengan senyum dan menggelontorkan suasana bahagia. Masuk Bu Eko!!!

Demikian pula Sariyem, S.Pd dan H.Sugiharjo tak henti-hentinya melakukan Ice Breaking secara bergantian di aula lantai 2. Keduanya terus memadukan gerak, suara, yel, joke-joke segar dan bahkan menari mengikuti irama musik pengiring dengan menghidupkan suasana dan mengusir kejenuhan. Game Ice Breaking pun ikut mewarnai Matsama.

“Seksi kegiatan benar-benar menjadi bintang untuk menghadirkan Ice Breaking yang akan dikenang sepanjang Matsama. Seksi kegiatan yang mengatur jalan acara dengan ragam materi dan mengelola peserta Matsama untuk siap mengikuti dengan kondisi suka dan bahagia dengan bumbu Ice Breaking. Ice Breaking benar-benar menghidupkan suasana menjadi hidup dan bermakna mengikuti Matsama.” terang Sugiharjo.(C-G/Ant/rf).