Kemenag Kendal Gelar Sinkronisasi Data EMIS Madrasah

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kendal – Melalui Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal menyelanggarakan kegiatan Sinkronisasi Data EMIS sebagai upaya mendukung  kebijakan nasional pendidikan madrasah dalam pengelolaan data pendidikan. Diikuti oleh operator Madrasah tingkat RA, MI, MTs dan MA kegiatan berlangsung di aula lantai 2 Kantor Kemenag, Kamis (30/6).

Hadir membuka acara, Kapala KanKemenag Kendal menyampaikan sebagai operator yang memiliki peran strategis dalam manajemen satuan pendidikan sudah barang wajib mengupgrade informasi dan update data EMIS terbaru mengingat pentingnya entry data EMIS sebagai acuan pengambilan kebijakan.

“Perlu kami sampaikan bahwa untuk mendukung kebijakan nasional pendidikan madrasah dalam pengelolaan data pendidikan, maka kami mengadakan kegiatan sinkronisasi data EMIS. Keberadaan operator EMIS sangat penting, aktif tidaknya madrasah tergantung pada operator EMIS. Ibarat jantungnya madrasah, ketika operator ini tidak melakukan updating data EMIS maka semuanya akan lumpuh,” ucap Kakan Kemenag, Mahrus.

Emis merupakan aplikasi yang mengelola data pendidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, didalamnya terdapat data lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. EMIS digunakan sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam lembaga pendidikan. Sistem ini akan mengatur dan mengelola sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan.

Mahrus manambahkan, sinkronisasi data EMIS ini bertujuan untuk memberikan pencerahan sekaligus bimbingan kepada para operator, agar senantiasa terus meng-update data-data yang ada sesuai dengan berkas-berkas riil.

“Makanya harus ada sinkronisasi atau penyesuaian data, saya sangat berharap dengan adanya kegiatan ini kinerja operator madrasah akan semakin baik. Senantiasa hati-hati dalam mengisi data yang ada di EMIS dengan lengkap dan akurat. Sehingga bisa ter-update, benar-benar valid dan tidak menimbulkan masalah ke depannya,” jelasnya. (bel/rf)