Kemeriahan Pelepasan Siswa MTs Salafiyah

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

KAB.PEKALONGAN,- Senin, (22/05/2023) bertempat di Hotel Dafam Kota Pekalongan,  MTs  Salafiyah NU Karaganyar menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas sembilan sebanyak 191 siswa.

Pelepasan siswa tahun pelajaran 2022/2023 berlangsung meriah dan penuh kesan. Pasalnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang bertempat di madrasah, pelepasan kali ini di selenggarakan di Hotel Dafam. Pemilihan tempat di Hotel Dafam menurut panitia karena untuk mengantisipasi cuaca yang sulit diprediksi. Panitia menjelaskan  bahwa beberapa kall kegiatan pelepasan malamnya diguyur hujan sehingga panitia sangat kerepotan dalam menyiapkan tempat duduk dan sarana lain yang serba mendadak karena malamnya tidak bisa disiapkan terkendala hujan. Oleh karenanya pemilihan tempat di gedung menjadi salah satu solusi yang tepat.

Acara diawali dengan penampilan peragaan jurus silat oleh Aini Saadah kelas 9D, juara Silat tingkat kabupaten. Gaya yang energik dan lincah sangat memukau hadirin didukung pula dengan pencahayaan yang temaram di panggung dan gelap di penonton menambah khidmat hadirin dalam menikmati setiap jurus yang ditampilkan. Riuh tepuk tangan penonton menyambut  opening acara pelepasan diikuti dengan dinyalakannya lampu ruangan. Sungguh opening yang memukau.

Acara inti pelepasan dan sambutan-sambutan berjalan dengan khidmat.  Prosesi pelepasan yang ditandai dengan pengalungan Medali  simbol peserta didik MTs Salafiyah NU Karanganyar diawali dari peserta didik Putra Kelas 9B, 9C dan 9E putra  yang diberikan oleh Bapak M. Fatkhurokhim selaku Kepala Madrasah dengan didampingi oleh Bapak Bapak H. Munawir.  Adapun pengalungan medali  kepada siswa putri disampaikan oleh Ibu Hj. Afiyah selaku Waka Kurikulum didampingi oleh Ibu Hj. Masithoh dengan urutanpemanggilan siswi kelas 9E Putri, kelas 9D,  dan kelas 9A.

Sambutan-sambutan disampaikan oleh Bapak M. Ftkhurokhim selaku Kepala Madrasah, Bapak H. Sobari Amin selaku pegawas, Bapak  Dzakiron selaku perwakilan wali murid, dan Bapak Muhibullah selaku pengurus yayasan. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah berpesan, “Setelah selasai menuntut ilmu di jenjang MTs seluruh siswa wajib menuntut ilmu di jenjang berikutnya, baik dalam bentuk pendidikan formal maupun nonformal.”   “Para siswa juga bisa melanjutkan ke pondok pesantren sekaligus sekolah formal yang ada di pesantren. Jika terkendala secara ekonomi, para siswa tetap wajib  belajar bisa di kejar paket atau mengaji kitab di majlis taklim yang diasuh oleh guru MTs yaitu Ustadz Syakirun Ni’am”, lanjutnya. Pesan yang senada juga disampaikan oleh pengawas Bapak H. Sobari Amin agar para siswa melanjutkan sekolah dan terus belajar demi menggapai cita-cita baik belajar di lembaga formal maupun nonformal.

Acara inti diselingi dengan penampilan-penampilan hiburan oleh siswa-siswi kelas  7, 8, dan kelas 9 dengan sajian tarian pelajar pancasila dan tari kreasi serta lagu reiigi, dengan bahasa Indonesia dan bahasa asing.  Ada yang menarik dari penampilan  para siswa yang berbeda dan menyedot perhatian hadirin yaitu penampilan ‘lalaran nadhom’ atau hafalan Nadhom Kitab “Al Imprithi” sejumlah 100 nadhom yang disampaikan oleh siswa-siswi kelas Takhasus. Hadirin terharu dengan kemampuan siwa yang masih kelas tujuh tapi sudah mampu menghafalkan nadhom dengan lancar dan Indah karena serasi dengan iringan musik orgen yang harmoni.  Acara diakhiri doa penutup dan dilanjutkan foto bersama. (Masithoh/MTb/bd)