Khutbah Idul Adha1444 H, Kakanwil Ajak Kita Teladani Perjuangan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim As

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

 

Semarang (Humas) – Soliditas beberapa Instansi Pemerintah Prov. Jateng terlihat dalam pelaksanaan sholat Idul Adha 1444 H/ 2023 M dan penyembelihan hewan kurban. Jajaran Polrestabes dan Dishub Kota Semarang melakukan pengamanan wilayah supaya kegiatan shalat Idul Adha dapat berjalan dengan lancar dan khidmat. Dinas Kesehatan telah menyediakan Ambulan dan Tenaga Kesehatan pada 2 titik, yakni di depan Masjid Baiturrahman dan di depan Pos Polisi Simpang Lima. Sedangkan penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan di Islamic Center pada hari ini juga, Kamis, 29 Juni 2023.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1444 H/ 2023 M di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, pada pukul 06.15 WIB. Dengan Imam, K.H. Ulil Abshor Alhafidz yang merupakan Imam Besar Masjid Agung Jateng. Khatib adalah Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, H. Musta’in Ahmad, dan Bilal, Ust. Muhammad Yusuf.

Dalam khutbah yang mengambil tema “Ibadah Haji dan Qurban Memperkokoh  Persaudaraan”, Musta’in Ahmad mengajak umat untuk selalu meneladani perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim As dengan tetap semangat dan terus berupaya meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Pelajaran yang bisa kita petik dari keteladanan Nabi Ibrahim adalah bahwa dalam kehidupan ini kita tidak semata-mata mengejar materi, tetapi ada yang lebih dari itu, yaitu spiritualitas,” tutur Musta’in Ahmad.

Selain ritual berkurban, Kakanwil juga menyampaikan hal lain yang menjadi perhatian umat Islam saat ini adalah ritual ibadah haji.

“Dengan pakaian sama, yang disebut dengan pakaian Ihram. Adalah pakaian yang dikenakan mereka yang sedang beribadah haji yang merupakan simbol kesamaan dan kesetaraan semua umat manusia,” jelasnya.

Menurutnya, Bangsa Indonesia dikodratkan Allah hidup dalam keragaman, berbhineka yang majemuk. Tetapi pelajaran ini menjadi sangat penting mengingat akhir-akhir ini bangsa kita sering diuji dengan adanya upaya memecah belah bangsa, baik dengan alasan beda suku, ras, agama, pilihan politik dan bahkan antar kelompok agama yang sama.

Dalam penutup khotbahnya, Musta’in Ahmad meminta kita lebih merekatkan kembali ukhuwah kita, baik ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar sesama umat Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air) dan ukhuwah basyariyah (persudaraan sesama umat manusia).

“Kita kuatkan kembali kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa, serta eratkan kembali marhamah (saling mengasihi) diantara kita sesama warga bangsa, bukankah Bersatu kita teguh bercerai kita kan runtuh,” serunya tegas.

Kegiatan dilanjutkan penyerahan hewan kurban dan laporan ketua panitia kurban Masjid Raya Baiturrahman, H. Multazam Ahmad, serta sambutan ketua umum YPKPI MRB, KH. Ahmad Daroji. Tampak hadir, Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng, H. Imam Buchori dan Ketua Tim Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan hari Besar Islam Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, H. Lasianto.(Sua/Rf)