Lakukan Kunjungan Kerja, Kakanwil Apresiasi Guru dan Siswa Bertabur Prestasi

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kudus (Humas) – Kakanwil Kemenag Prov. Jateng Musta’in Ahmad didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Kudus, Suhadi memberikan pembinaan pada kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kab. Kudus yang diikuti oleh 750 Guru RA se-Kabupaten Kudus ini bertempat di Gedung Graha Idola Kec. Gebog, Kudus.

Berbagai prestasi telah diraih oleh RA di Kab. Kudus yaitu sebanyak 80 prestasi tingkat nasional, 86 tingkat provinsi dan 88 tingkat karisidenan pati. Selain itu RA juga berhasil menciptakan aplikasi media pembelajaran “Kudus Berbagi” dan karya film pendek.

Kakanwil menyampaikan apresiasi atas segala prestasi yang diraih “Semoga amal sholeh yang panjenengan lakukan dapat memberikan keberkahan baik dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di yaumul akhir nanti. Guru- guru RA kita dahulu mengajarkan bagaimana bersikap istiqomah, sabar, ikhlas dan optimisme. “Apa yang kita tanam sekarang, akan kita panen/petik di hari kemudian”, jelasnya.

Kunjungan kerja dilanjutkan ke MAN 2 Kudus. Ia memberikan semangat serta memotivasi kepada para siswa.

“Lulusan Madrasah bisa menjadi apa saja dan siapa saja. Mau jadi Presiden bisa, mau jadi Menteri bisa, Mau jadi Kepala instansi bisa dan lain sebagainya. Di Madrasah menjadi modal untuk kedepannya, tidak hanya soal pengetahuan umum saja tetapi di madrasah inilah siswa – siswi juga mendapatkan pengetahuan agama yang luar biasa. Terus semangat kejar apa saja yang kalian cita – citakan, bawa nama madrasah dengan baik. Kita tentunya akan bangga jika ada siswa madrasah yang berhasil kedepannya,” kata Musta’in.

Selain itu, Kakanwil dalam rangka pembinaan terutama terkait dengan personality yang harus dimiliki guru dan pegawai, juga disampaikan tiga amal unggulan madrasah.

“Yang pertama, keIslaman dan keIndonesiaan dalam satu tarikan nafas bahwa NKRI dan Pancasila bagi umat Islam adalah ikhtiar final yang sudah tidak perlu diperdebatkan. Kedua Keilmuan dan Kemodern-an sebagai gaya kerja, warga madrasah tidak boleh berhenti membaca dan menulis, warga Kementerian Agama harus berlari kencang dan berani melakukan lompatan dalam merespon perkembangan ilmu dan teknologi. Dan yang ketiga kemandirian dan keumatan sebagai gaya sosial,” papar Kakanwil terkait dengan tiga amal unggulan madrasah saat memberikan pembinaan di MTsN 1 Kudus pada Selasa, 9 Mei 2023. (D/Rf)