Semarang (pontren) – Pelaksanaan Ujian Nasional Program Wajar Dikdas pada Pondok Pesantren akan digelar sekitar pertengahan bulan April 2018. Sebagai persiapan, pagi ini (05/03) Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menghadirkan 35 orang Pengasuh Pondok Pesantren Penyelenggara Ujian Nasional Wajar Dikasih untuk Rapat Koordinasi. Rapat Koordinasi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ahyani dilanjutkan dengan penyampaian materi. Selain Kabid, narasumber lainnya adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah dan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Hamid Dimyati, Kepala Seksi Pondok Pesantren selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa, pada kesempatan itu akan disampaikan Kebijakan Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah, Kebijakan Bidang PD Pontren, Pemahaman tentang POS, serta Pelayanan Minimal Pondok pesantren. Lebih lanjut dijelaskan Ulya bahwa dalam momen itu akan dilaksanakan pula sinkronisasi data peserta UN dan pemahaman POS UN. “Diharapkan para penyelenggara memahami hal dan kewajibannya, tugas dan tanggung jawabnya dalam penyelenggara ujian nasional,” kata Hamid.
Dalam penyampaian materinya, Ahyani Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menjelaskan, Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan yang paling tua di bumi nusantara ini. “Seandainya Indonesia ini tidak dijajah oleh Belanda, maka lembaga pendidikan yang ada di Indonesia ini hanyalah Pondok Pesantren,” kata Ahyani. Tetapi kenyataannya saat ini pondok pesantren di Indonesia secara umum belum menunjukkan kualitas yang bisa diunggulkan, terlebih lagi jika dibandingkan dengan negara lain baik di Asia Tenggara apalagi internasional.
Untuk mengejar ketertinggalan itu lembaga pendidikan Pondok pesantren diperlukan inovasi dan kerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan agama di pondok pesantren, jelas Ahyani, tidak hanya menyampaikan ilmu agama saja. Pendidikan agama diberikan agar mereka mengerti, mengetahui, memahami dan mengamalkannya dengan baik. “Para santri diharapkan menjadi ahli agama yang bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk mengamalkan ajaran agama Islam dengan baik dan benar,“ imbuhnya.
Dengan rakor ini, diharapkan para Pengasuh Pondok pesantren lebih memotivasi para santri untuk berupaya meningkatkan intensitas belajar untuk mencapai prestasi terbaiknya. Jangan kalah sebelum bertanding dan jangan pula menganggap sepele. “Tingkatkan belajar dan berdoa untuk prestasi dan kemajuan Pondok Pesantren,” pungkasnya. (fat/gt)