UIN Gus Dur Ikuti AICIS ke-22, Dua Guru Besar jadi Pembahas, Tiga Dosen sebagai Panelis

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kota Pekalongan – Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., mengucapkan selamat atas terselenggaranya The 22nd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2023 pada Selasa s/d Jumat (02 – 05 Mei 2023) di Surabaya. Pada gelaran AICIS 2023 ini, sivitas akademika UIN Gus Dur berkomitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan konferensi internasional tahunan ini.

Sejumlah pimpinan UIN Gus Dur pun turut hadir secara langsung di UIN Sunan Ampel Surabaya untuk mengikuti pembukaan AICIS dan rangkaian kegiatan lainnya. Di antara pimpinan UIN Gus Dur yang hadir secara langsung yakni Rektor Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Wakil Rektor I Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., Wakil Rektor II Dr. Moh. Muslih, PhD., Wakil Rektor III Dr. H. Muhlisin, M.Ag., dan Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag.

Dihubungi terpisah, Rektor UIN Gus Dur Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan mendoakan kesuksesan atas terlaksananya even AICIS ke-22 yang diadakan di Surabaya ini. Prof. Zaenal menyebut UIN Gus Dur berkomitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan AICIS 2023.

Prof. Zaenal juga mengucapkan selamat atas keberhasilan dua Guru Besar UIN Gus Dur yang terpilih sebagai pembahas dan tiga dosen UIN Gus Dur yang lolos sebagai panelis setelah melewati seleksi yang ketat. “Dari tahun ke tahun, UIN Gus Dur selalu mendukung penuh kegiatan AICIS. Semoga di tahun-tahun mendatang lebih banyak lagi dosen UIN Gus Dur yang bisa ikut konferensi bergengsi ini,” papar Prof. Zaenal.

Dua Guru Besar UIN Gus Dur yang terpilih sebagai discussant atau pembahas pada sesi paralel, yaitu: Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., yang sekaligus menjabat sebagai Rektor UIN Gus Dur dan Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I UIN Gus Dur.

Prof. Zaenal menjadi pembahas pada hari ketiga, sesi paralel 3 dengan tema panel Introducing Fiqh Tolerance for Multicultural Societies. Sedangkan Prof. Maghfur menjadi pembahas pada hari kedua, sesi paralel I dengan tema panel Reinterpretation of fiqh and tafsir on violence and terrorism.

Kemudian, tiga dosen UIN Gus Dur yang menjadi Panelis AICIS ke 22 yaitu: pertama, dosen sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Shinta Dewi Rismawati, M.H., dengan judul makalah Legal Practices of Employment Agreements, Power Relations, and Political Identity of Indonesian Female Household Assistants.

Dua dosen selanjutnya, berasal dari Fakultas Syariah, yaitu: Yunas Derta Luluardi M.A. dan Iqbal M.H. Pada AICIS 2023, Yunas akan mempresentasikan makalahnya yang berjudul E-Participation of the Muslim Community in Socialization of the Draft Islamic Law Compilation (KHI). Sedangkan Iqbal akan mempresentasikan makalahnya yang berjudul Rethinking the Non-Retroactive Principle: Towards a Justice-Based Fiqh Reconstruction of Sexual Violence.

Adapun tema yang diangkat pada AICIS 2023 yakni Recontextualizing Fiqh for Equal Humanity and Sustainable Peace. Diharapkan pada gelaran AICIS 2023 ini, para pembicara dan panelis akan memfokuskan diskusi dan pembahasan tentang Rekontekstualisasi Fiqh sebagai sebuah keniscayaan untuk mendukung prinsip kesamaan derajat kemanusiaan dan perdamaian yang berkelanjutan. (Dimas Prasetya/Ant/bd).