Salatiga (Humas) – Dalam upaya mengoptimalkan Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di tingkat provinsi, Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah (MA) se-Jawa Tengah, Senin (2/2/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin hingga Selasa, 2-3 Februari 2026 ini, bertempat di Hotel Grand Wahid, Salatiga. Selain koordinasi rutin, agenda utama dalam pertemuan ini adalah penyusunan Naskah Modul Ajar Materi Esensial untuk jenjang Madrasah Aliyah.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, yang sekaligus memberikan arahan strategis terkait pengembangan mutu pendidikan madrasah di Jawa Tengah.
“Kegiatan ini harus menjadi motor penggerak utama dalam optimalisasi Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru madrasah di Jawa Tengah. Tingkatkan penguatan koordinasi yang solid di internal pengurus MGMP MA agar program kerja dapat terimplementasi dengan baik di seluruh kabupaten/kota,” tuturnya.
Dalam arahannya, Kakanwil juga mendorong para peserta untuk serius dalam menyusun naskah modul ajar materi esensial MA, sehingga dapat menjadi referensi pembelajaran yang bermutu bagi siswa. “Sehingga madrasah bisa bersaing dalam kualitas, prestasi atau keunggulan,” ucapnya.

Rakor ini akan dihadiri oleh 36 orang peserta yang merupakan pengurus inti MGMP MA untuk Mata Pelajaran Umum dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Untuk menjaga kualitas modul yang disusun, panitia menghadirkan narasumber ahli yang terdiri dari:
• Tim Pengembang Kurikulum Nasional.
• Reviewer Modul Esensial.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Amin Handoyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pelaksanaan program MGMP di wilayah Jawa Tengah.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan kegiatan MGMP MA berjalan optimal, sekaligus menghasilkan output konkret berupa modul ajar materi esensial yang berkualitas,” ungkapnya.
Dengan adanya penyusunan modul ini, diharapkan para guru MA di Jawa Tengah memiliki panduan materi yang lebih tajam dan relevan dalam menghadapi dinamika kurikulum nasional saat ini.(S)







