Hasil Rapid Test Antigen Siswa Negatif, MTs Nurul Huda Siap Laksanakan PTM

Banjarnegara – Salah satu syarat pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. MTs Nurul Huda (MTs NUHUD) Pagedongan telah mengantongi surat ijin Pembelajaran Tatap Muka, sehingga MTs NUHUD menjadi salah satu madrasah sasaran pengambilan sampel Rapid Test Antigen oleh Puskesmas Pagedongan dan diawasi oleh pihak Forkompincam, Kamis (23/9)

Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebanyak 15 siswa dan 5 pendidik dan tenaga kepandidikan. Sebelumnya, beberapa siswa tidak mau ditunjuk untuk rapid, takut dan tegang tentunya. Namun setelah diyakinkan oleh bapak ibu guru siswa yang telah di tunjuk akhirnya mau untuk dilakukan rapid.

Apabila terdapat guru atau siswa dalam kondisi tidak sehat dan hasil menyatakan positif maka bisa terjaring dan selanjutnya diisolasi serta tidak bisa mengikuti pembelajaran tatap muka,” ungkap Ismiati Mahmudah, selaku Kepala Madrasah

Ketegangan tidak hanya dirasakan oleh siswa dan guru, tetapi petugas puskesmas juga merasakannnya.

“Tidak hanya yang di rapid yang tegang, yang merapid juga tegang,” tutur salah satu petugas puskesmas yang bertugas untuk merapid.

Selang beberapa menit, hasil Rapid Test Antigen keluar dan semua peserta dinyatakan Negatif. Kelegaan dan kebahagiaan terlihat dari raut wajah bapak ibu guru. Dengan hasil rapid yang menyatakan semua negatif menambah kemantapan Kepala Madrasah, Ismiati Mahmudah untuk tetap melaksanakan PTM.

“Alhamduillah, Setelah dilakukan Tracking Rapid Test Antigen di MTs Nurul Huda Pagedongan, semua hasilnya Negatif. Sehingga PTM tetap bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Meskipun hasil Rapid Test semua dinyatakan Negatif, protokol kesehatan di MTs NUHUD tetap dilaksanakan untuk menghindari penyebaran covid-19. (sa/ak/rf)