Semarang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menerima kunjungan studi tiru dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka penguatan ekosistem perkantoran, Kerukunan Umat Beragama (KUB), dan koperasi, bertempat di Auditorium Majeng Selasa, 24 Februari 2026.
Rombongan dari Kanwil Kemenag NTT dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil NTT, Kariyanto, didampingi Kabag TU, para Kabid, Pembimas, serta para Ketua Tim (Katim). Kunjungan ini bertujuan untuk belajar dan menggali praktik baik (best practice) yang telah diterapkan Kanwil Kemenag Jawa Tengah, guna diadaptasi dan diimplementasikan di wilayah Kanwil NTT.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan.
“Saya bersyukur, alhamdulillah, Kemenag Jawa Tengah dapat dijadikan penerang untuk Kanwil NTT. Selamat datang di Jawa Tengah. Kami juga menunggu undangan untuk bisa berkunjung balik ke Kanwil NTT,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten/kota dengan karakteristik masyarakat yang beragam. Dalam konteks tersebut, Kementerian Agama memiliki tugas dan fungsi strategis dalam membangun serta menjaga kehidupan umat beragama.
“Budaya pelayanan dalam ekosistem perkantoran, penguatan KUB, dan pengembangan koperasi merupakan tugas dan kewajiban kita bersama. Semoga kita dapat bersama-sama menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag NTT, Kariyanto, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Kanwil Kemenag Jawa Tengah.
“Terima kasih atas penerimaannya. Studi tiru ini kami laksanakan dengan serius, khususnya pada penguatan ekosistem kantor, KUB, dan koperasi,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pihaknya ingin mempelajari secara mendalam bagaimana pelayanan dan tata kelola kelembagaan kerukunan umat beragama serta koperasi dapat berjalan optimal di Jawa Tengah. Termasuk di dalamnya proses penguatan budaya kerja, sistem nilai, serta implementasi tata kelola yang selaras dengan program prioritas Kementerian Agama.
“Kami sungguh-sungguh ingin belajar tentang penguatan tata kelola perkantoran, tata kelola umat beragama, dan tata kelola koperasi yang baik untuk kepentingan masyarakat dan umat. Apa yang kami pelajari di sini akan kami olah dan implementasikan di Kemenag NTT,” tegasnya.
Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi momentum kolaborasi dan sinergi antarkanwil, sekaligus memperkuat peran Kementerian Agama sebagai institusi yang menghadirkan pelayanan prima, menjaga kerukunan, serta mendorong kemandirian ekonomi umat melalui koperasi.
Dengan semangat berbagi praktik baik, Kemenag Jawa Tengah diharapkan terus menjadi “terang dan lilin penerang” bagi kanwil lainnya dalam membangun ekosistem kelembagaan yang profesional, harmonis, dan berdaya guna bagi masyarakat luas.







