Boyolali (Humas) – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar Konsinyering Percepatan Kenaikan Jenjang Jabatan Guru di Wisma Haji Armina, Kabupaten Boyolali, Senin (22/9/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab bersama para analis Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA), pengelola kepegawaian se-Jawa Tengah, serta pengelola kenaikan pangkat dan jabatan guru di unit kerja Kanwil.
Dalam sambutannya, Kakanwil Saiful Mujab menegaskan bahwa kenaikan jenjang jabatan guru harus mengikuti mekanisme sesuai regulasi terbaru. “Kenaikan jabatan guru wajib melalui tahapan sebagaimana diatur dalam KemenpanRB Nomor 1 Tahun 2023. Di antaranya, guru harus lulus uji kompetensi (Ukom) dan tersedia formasi jabatan yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Saiful Mujab menambahkan, pada tahun 2024 terdapat 2.649 guru madrasah yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi kenaikan jenjang, ditambah 90 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan beberapa guru dari Bimbingan Masyarakat (Bimas).
Menurutnya, regulasi penataan SDM menuntut para analis SDM dan pengelola kepegawaian di masing-masing kabupaten/kota untuk menyesuaikan dengan dinamika layanan kepegawaian yang semakin beragam, mulai dari kenaikan pangkat, usulan jabatan, hingga usulan pensiun.
“Harapan kami, konsinyering ini dapat menjadi wadah sinergi dalam percepatan kenaikan jenjang jabatan guru di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Mari kita bangun sistem layanan yang lebih baik, sehingga proses kenaikan pangkat dan jabatan guru maupun pegawai bisa berjalan cepat, tepat, dan sesuai regulasi,” pungkas Saiful Mujab. (hilman najib)








