Semarang (humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Layanan Collaboration and Tolerance Center (CTC) bagi seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar di ruang rapat lantai 2 Kanwil Kemenag Jateng ini berlangsung melalui forum zoom meeting, Senin (22/9/2025)
Sosialisasi diikuti oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, Kabid Urais Akhmad Farkhan, Pembimas Hindu Eko Pujianto, Pembimas Kristen Siswo Martono, Ketua Tim Bina Keluarga Sakinah Khamdani, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Kasi Bimas Islam, serta Kepala KUA se-Jawa Tengah.
Kabid Urais Kemenag Jateng, Akhmad Farkhan, dalam paparannya menyampaikan bahwa layanan CTC harus hadir nyata di tengah masyarakat melalui konsultasi hukum, perlindungan, dan advokasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. Ia menjelaskan layanan ini terdiri dari layanan eksternal maupun internal yang siap memberikan pendampingan.

“Penyediaan psikiater dan psikolog sudah sangat baik sesuai bidangnya masing-masing. Namun ternyata itu belum cukup. Korban juga membutuhkan pendampingan berbasis agama. Inilah pentingnya peran tokoh agama di dalam CTC. Wajib hukumnya Kemenag mendampingi korban kekerasan,” tegas Farkhan.
Ia pun menginstruksikan agar seluruh penyuluh dan tokoh agama menjadikan KUA sebagai basecamp pendampingan, mengingat tidak semua korban berada di perkotaan.
Dukungan penuh terhadap program ini juga disampaikan Pembimas Hindu Eko Pujianto dan Pembimas Kristen Siswo Martono yang mewakili pembimas lainnya.

“Nanti bisa kami support. Apapun yang terjadi, apapun agamanya, ketika mendapat problem kami akan hadir. KUA adalah milik semua umat. Teknis-teknis CTC ini kami siap mengikuti,” ujar Eko Pujianto.
Pembimas Kristen Siswo Martono juga menilai program CTC sebagai langkah strategis yang perlu dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan penyuluh dan penyelenggara keagamaan di daerah.

“Program CTC ini merupakan program yang bagus perlu dikembangkan. Kami dari Kristen, support dengan melibatkan penyuluh dan penyelenggara di daerah supaya bisa mengikuti.” ujar Siswo.
Eko Pujianto turut mendoakan agar CTC benar-benar hadir memberikan dampak nyata.
“Semoga Kemenag menjadi tempat solusi yang benar-benar hadir di masyarakat. Program CTC ini jangan hanya menjadi wacana, tapi mampu memberikan dampak luar biasa,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Jawa Tengah meneguhkan komitmen menjadikan KUA tidak hanya sebagai pusat layanan administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai pusat advokasi, toleransi, dan solusi atas persoalan sosial keagamaan masyarakat. (hilman najib)







