Kemenag Kab. Batang Gelar Kompetisi Sains Madrasah

Batang – Kompetisi Sains Madrasah (KSM) merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama untuk menggali potensi para siswa Madrasah terutama dalam pendidikan umum yang terintegrasi dengan Pendidikan Agama Islam (PAI), demikian pernyataaan Ketua Panitia Kompetensi Sains Madrasah Kabupaten Batang Subkhi pada pembukaan kegiatan itu di MANU Banyuputih, Sabtu (12/05).

 Subkhi menjelaskan,  KSM kali ini diikuti oleh kurang lebih 413 Siswa yang berasal dari 121 Madrasah Ibtidaiyah,33 Madrasah Tsanawiyah dan 12 Madrasah Aliyah. Adapun cabang sains yang dikompetisikan adalah Matematika dan IPA untuk Madrasah Ibtidaiyah , Matematika,IPA dan IPS untuk Madrasah Tsanawiyah serta Matematika, Fisika,Kimia,Ekonomi,Geografi dan Biologi untuk Madrasah Aliyah. 

“Saya berharap para siswa peserta KSM kali ini selain dapat mengikuti kegiatan ini dengan tuntas, dapat memahami dan menguasai ilmu pengetahuan secara  totalitas, namun yang  lebih penting lagi dapat mengaplikasikan kemampuannya itu di  kehidupan sehari-hari dengan mengintegrasikan pada ilmu-ilmu keagamaan”, katanya.

Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian  Agama Kabupaten Batang Kudaifah dalam upacara pembukaanya menyampaikan bahwa kegiatan KSM ini sangat  penting artinya karena kita akan dapat melihat kemampuan siswa madrasah dalam penguasaan ilmu pengetahuan yang diintegrasikan pada Pendidikan Agama Islam (PAI), ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, dimana madrasah sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Sisdiknas adalah salah satu penyelenggara pendidikan yang memiliki ciri khusus Agama  Islam, sementara KSM merupakan ajang kompetisi bidang sains bukan bidang agama Islam. Selain itu membanggakannya juga sains yang di kompetisikan ini selanjutnya diIntegrasikan pada pendidikan agama Islam.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan KSM ini, karena  selain untuk mempersiapkan siswa-siswa terbaik dari madrasah yang akan mengikuti KSM di tingkat Provinsi maupun tingkat nasional kita juga dapat mengetahui kemampuan dan penguasaan sains dari semua madrasah yang mengikutinya,” katanya.

Selain itu dikatakan bahwa madrasah untuk mempersiapkan generasi-generasi muda yang memiliki penguasaan ilmu yang berimbang baik sainstifik dengan ilmu keagamaan, sehingga diharapkan kedepan para siswa ini akan dapat hidup di era generasi emas yaitu suatu era dimana kemampuan sainstifik menjadi tuntutan yang harus dikuasainya.

Kudaifah berpesan pada para siswa  yang mengikuti kegiatan ini untuk meneladani dan memahami apa yang pernah di katakan Sahabat Ali Bin Abi Thalib yang  intinya bahwa bukanlah seorang pemuda yang selalu mengagungkan kemampuan dan keberadaan orang tuanya, namun pemuda yang bagus adalah yang berani mengatakan inilah aku dan inilah hasil karyaku.

“Marilah kita renungkan apa yang pernah dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib yang mengatakan bukanlah seorang pemuda yang baik  dan hebat, yang selalu membanggakan pada kemampuan dan hasil karya orang tuanya, namun yang disebut pemuda yang hebat adalah yang mampu mengatakan inilah aku dan inilah hasil karya ku,” pesannya.

Kompetensi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten Batang ini dilaksanakan satu hari dari pagi sampai sore. (Zy/rf)