Kemenag Pati Tingkatkan Kualitas Penyuluh Buddha Non PNS

Pati – Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan penyuluh agama memegang peranan penting dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat khususnya dibidang keagamaan. Kementerian Agama Kabupaten Pati melalui Bimbingan Masyarakat Buddha (Bimas Buddha) menggelar Kegiatan Pembinaan dan Rakor Penyuluh Agama Buddha Non PNS se Kabupaten Pati, bertempat di RM “Omah Cabe” yang berada di sekitar alun-alun kota Pati pada Jum’at (15/3).

Dalam laporan ketua panitia, Taat Handoko yang juga penyuluh PNS Buddha Kemenag Pati mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 32 peserta, dengan tujuan dapat memberikan manfaat bagi para penyuluh agar dapat bekerja lebih profesional dalam melaksanakan tugas, memiliki kepribadian dan berakhlak baik sehingga dapat menjadi panutan bagi umat, teman seprofesi dan masyarakat sekitar, dan memiliki pengetahuan teknis penyuluhan serta memikili wawasan keagamaan dan loyalitas terhadap tugas.

“Dhamma akan tetap terpelihara jika umat Buddha mau mendengar, mengingat, menghapalkan, mempelajari, dan melaksanakannya,” ujar Taat.

Sementara dalam sambutan Kepala Subbag Tata Usaha, Ahmad Syaiku mewakili Kepala Kankemenag Kab. Pati mengatakan, “Penyuluh Agama Buddha merupakan pejuang-pejuang Dhamma, dan merupakan perpanjangan tangan Pemerintah sehingga diharapkan para Penyuluh Agama Buddha baik PNS maupun Non PNS dapat memberikan contoh yang baik bagi para umat Buddha khususnya di Kabupaten Pati.

“Penyuluhan agama bukanlah usaha mencari kekuatan pendukung, juga bukan untuk mencari umat sebanyak-banyaknya,” kata Syaiku.

Dengan demikian penyuluh Agama Buddha Non PNS diharapkan mampu memberikan pembinaan, serta bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat.

Peran penyuluh agama, kata Syaiku adalah untuk dapat mengeliminir kesenjangan cita-cita idealisme ajaran dengan realitas empirik kehidupan. Di samping itu, penyuluh juga harus mampu membangun kesadaran umat atas perbedaan dan kemajemukan. Oleh karenanya, penting untuk terus mengembangkan dialog yang tulus dan jujur dalam membangun kesepahaman.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran umat atas perbedaan dan kemajemukan,” tandasnya.

Turut Hadir dalam rapat tersebut, Supardi dari Penyelenggara Bimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Dalam rapat tersebut Supardi memaparkan materi Pembinaan Penyuluh Agama Buddha yang dibuat oleh Tim Kanwil. Dalam materi tersebut dipaparkan mengenai 11 Program Prioritas Kementerian Agama, Peningkatan Kualitas Penyuluh, Upaya yang Dilakukan Ditjen Bimas Buddha, Format Laporan Penyuluh dan Tujuan Pembayaran Bantuan Penyuluh Agama Buddha Non PNS.

Menyampaikan amanat Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Supardi menegaskan kembali kepada para Penyuluh Agama Buddha untuk segera membentuk POKJALUH (Kelompok Kerja Penyuluh) sehingga dalam wadah POKJALUH tersebut dapat dijadikan sebagai wadah konsultasi dan bertukar pikiran sesama Penyuluh.

Supardi juga menyampaikan bahwa diantara para penyuluh tersebut, ada beberapa orang yang sudah aktif memberikan penyuluhan melalui media cetak (Koran), simpang lima TV, radio, dan lapas.

Diakhir rapat, Supardi mewakili Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Prov. Jateng dan Kepala Subbag Tata Usaha mewakili Kepala Kantor Kemenag Kab, Pati, memberikan semangat dan motivasi bagi para Penyuluh Agama Buddha.

“Pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar kepada Penyuluh Agama Buddha, maka diharapkan Penyuluh Agama Buddha dapat memanfaatkan waktu dan media dengan semaksimal mungkin untuk mempermudah seluruh tugas sehingga tugas yang dirasakan berat menjadi ringan” pinta Supardi. (Am/Wul)