Kemenag Sukses Selenggaran 5 Kali Bimbingan Perkawinan

Karanganyar – Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimis) sukses menyelenggarakan lima bimbingan perkawinan bagi calon pengantin di seluruh Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang dimulai dari angkatan pertama hingga angkatan kelima di bulan September sampai tanggal 7 Desember 2017 ini sukses diikuti ribuan peserta dari berbagai kecamatan.

Dari kegiatan bimbingan perkawinan yang dilakasanakan, hampir seluruh catin yang diundang hadir untuk mengikuti materi dari banyak narasumber. Sedikitnya ada 112 pasang atau 224 pasang calon pengantin yang mengikuti Binwin pada setiap angkatannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad yang membuka Binwin Angkatan V mengatakan bahwa bimbingan perkawinan sangat penting bagi calon pengantin untuk mengarungi bahtera rumah tangga kedepannya.

“Dari sekitar 6500 pernikahan setiap tahun yang ada di Kabupaten Karanganyar ini, 10% diantaranya mengakhiri rumah tangganya. Kenapa ini bisa terjadi? Karena mereka kurang mempersiapkan pernikahannya dengan baik. Maka dari itu penting untuk mengikuti kegiatan ini, karena kami sudah mempersiapkan materi dan narasumber yang kompeten di bidangnya untuk bekal calon pengantin menjalani rumah tangganya”, kata Musta’in.

Lebih lanjut Kepala Kemenag mengatakan bahwa pernikahan itu adalah separuh agama sehingga harus dijalani dengan serius. Karena pernikahan adalah urusan agama, sehingga Kepala Kemenag berpesan agar tidak boleh menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja dan terkesan main-main.

“Maka jangan main-main terhadap urusan agama ini, tidak boleh. Nikah itu separuh agama, kalau tidak serius berarti kita main-main dengan itu dan hasilnya tidak akan membawa kebaikan. Niatkan untuk ibadah agar sukses kita dalam menjalani hidup”, tegas Musta’in.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Ruslan, mengatakan dalam laporannya bahwa bimbingan perkawinan ini sejalan dengan agenda prioritas Pembangunan dalam nawa cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

“Keluarga yang kokoh dan tangguh merupakan kebutuhan mendasar negara. Hal ini sejalan dengan agenda prioritas pembangunan dalam nawa cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”, kata Ruslan.

Disamping itu, Ruslan juga mengatakan bahwa tujuan bimbingan perkawinan yaitu memberikan bekal dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas, sakinah, mawaddah melalui pemberian bekal pengetahuan, peningkatan pemahaman dan keterampilan tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga, serta mengurangi angka perselisihan keluarga dan angka perceraian di Kabupaten Karanganyar.

Ada 9 materi bimbingan perkawinan yang disajikan untuk calon pengantin, diantaranya adalah Kebijakan Kemenag tentang Binwin dan mengelola konflik keluarga oleh H. Musta’in Ahmad, Membangun landasan keluarga sakinah oleh H. Fachruddin, Merencanakan perkawinan yang kokoh oleh H. Museri, Ketahanan Keluarga dalam menghadapi tantangan kekinian oleh H. Wiharso, Mengenali hukum untuk melindungi perkawinan oleh H. Yusuf Iksanu Irham, Kesehatan keluarga dan generasi berkualitas oleh dr. Cucuk, serta Prosedur Pendaftaran & pencatatan nikah oleh H. Muslim. (ida-hd)