081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kirim 60 Dai 3T untuk Perkuat Dakwah di Pelosok Negeri, Jawa Tengah Cetak Rekor Jumlah Terbanyak Nasional

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pelayanan keagamaan di wilayah pelosok negeri. Melalui program Dai 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), Jawa Tengah resmi memberangkatkan 60 Dai/Daiyah untuk bertugas selama bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M.

Angka ini bukan sekadar angka biasa, karena pengiriman 60 Dai ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah pengiriman Dai 3T terbanyak di seluruh Indonesia. Langkah besar ini diawali dengan pemberian pembinaan intensif yang berlangsung pada Senin (16/2/2026) bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan pembinaan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya KH. Ahmad Darodji (Ketua BAZNAS Prov. Jateng), Ahyani (Sekretaris BAZNAS Prov. Jateng), Imam Buchori (Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng), Dyah Irmaningtyas (Ketua Tim Publikasi Dakwah, HBI, dan Kemitraan Umat) beserta jajaran ketua tim kerja serta Ketua Baznas Kab/Kota yang wilayahnya masuk dalam cakupan program ini.

Kehadiran para pimpinan untuk menegaskan sinergi yang kuat antara Kemenag Jateng dan BAZNAS dalam mendukung program dakwah nasional. Para Dai yang terpilih tidak hanya bertugas mengisi ceramah rutin, namun membawa misi strategis untuk menyentuh akar rumput di wilayah-wilayah khusus.

Dalam paparannya, Imam Buchori menjelaskan bahwa para delegasi ini akan ditempatkan di titik-titik krusial.

“Sebanyak 60 Dai 3T ini akan diterjunkan ke desa-desa binaan seperti Kampung Zakat, Kampung Moderasi, Kampung Muallaf, serta wilayah-wilayah perbatasan di Provinsi Jawa Tengah,” tegasnya.

Membuka pembinaan, Ketua BAZNAS Prov. Jateng menyoroti peningkatan signifikan pengelolaan zakat dan wakaf. KH. Ahmad Daroji menilai masyarakat kini semakin teredukasi dan merasakan langsung dampak positif dari dana zakat tersebut.

“Informasi mengenai zakat kini tersampaikan dengan lebih baik, dan manfaatnya pun kian nyata dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya ajakan agar umat Islam untuk bertransformasi dari penerima menjadi pemberi. “Mari kita tingkatkan kemandirian umat agar tidak lagi sekadar meminta sumbangan, melainkan mampu membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.

Menutup arahannya, KH. Ahmad Daroji memberikan pesan penyemangat bagi para petugas. “Selamat bertugas. sadarkan masyarakat bahwa zakat tidak akan mengurangi harta, justru bermakna meningkatkan keberkahan dan kekayaan bagi semua pihak. Kalian adalah wajah baru bagi pelayanan keagamaan yang lebih merata dengan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Program ini diharapkan mampu menghidupkan syiar Islam yang inklusif dan moderat, terutama di wilayah perbatasan yang seringkali memiliki akses informasi keagamaan yang terbatas.(s)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print