Kreanova, Kreativitas dan Inovasi Guru Selalu Berguna

Purbalingga –.Hari Guru Nasional yang ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 dapat dimaknai sebagai titik tolak kebangkitan semangat guru dalam pengabdiannya kepada bangsa. Senada dengan hal tersebut MIM Penaruban Kecamatan Kaligondang telah menggelar Lomba Kreativitas dan Inovasi Guru yang diikuti 13 orang Pendidik di madrasah tersebut 25 November lalu. Hal tersebut disampaikan Kepala MIM Penaruban, Siti Nur Laely kepada Humas melalui komunikasinya, Jumat (30/11).

“Lomba ini wajib diikuti oleh guru-guru kami sebanyak 13 orang. Ada 3 macam lomba, pertama Lomba Guru Terkreatif dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan Inovasinya, dengan dasar penilaian selama satu tahun. Yang kedua lomba Cipta Media Pembelajaran dari Bahan Limbah. Yang ketiga Lomba Cipta Menu Nasi Goreng,” ungkapnya menjelaskan.

Menurutnya lomba yang digelar di madrasahnya tersebut bertujuan memotivasi peserta untuk menjadi guru yang hebat dan bermartabat, serta meningkatkan kreatifitas dan inovasi guru dalam KBM demi meningkatnya mutu pendidikan. Juga menambah kekompakan dan semangat dalam mendidik putra putri generasi Bangsa.

“Kriteria penilaian meliputi 4 poin yakni originalitas, kreatifitas, menarik dan inovatif. Dewan juri dalam penilaian Lomba Kreatifitas dan Inovasi Guru melibatkan Pengawas Madrasah. Sedangkan untuk Lomba Cipta Menu Nasi Goreng kami hadirkan, Wartawan Suara Merdeka dan Pimpinan Ranting Aisyiyah  dan Kepala BA Penaruban,” pungkasnya.

Kepuasan Tersendiri

Terpilih sebagai Juara 1 Nur Ainun Rahmah (Guru Kelas V) dengan karyanya Pencernaan Manusia dari bahan botol, selang dan kardus bekas. Juara 2 Eka Ummu Farida (Guru Kelas 1 A) dengan peraga Matematika berjudul Mengenal Nilai Tempat menggunakan limbah botol mineral, dus dan sedotan bekas. Sedangkan Juara 3, Sempoa dari Tutup Botol Bekas, atas nama Alfiyatun Khasanah (Guru Kelas II B).

Salah satu peserta, Nur Ainun Rahmah memberikan tanggapan bahwa kegiatan lomba tersebut memunculkan kepuasan tersendiri.

“Saya merasa senang luar biasa, potensi kami tergali, memunculkan ide, menuangkan dalam bentuk media yang terbuat dari limbah, kemudian diapresiasi dalam bentuk perlombaan. Yang menang bertambah senang, yang kalah tidak masalah karena karyanya tetap bisa bermanfaat untuk para siswa,” ujarnya ikhlas. (sri_sar/gt)