081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Monev Pembangunan Gedung SBSN MTsN Kota Tegal, Kakanwil Prioritaskan Kualitas

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Kota Tegal (Humas) – Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab bersama Katim Sarpras Bidang Penmad Munif Ma’nawi melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan gedung MTsN Kota Tegal yang bersumber dari anggaran SBSN Tahun 2025. Didampingi Kakankemenag Kota Tegal Ahmad Muhdzir, Kasubag TU, Kasi Penmad dan Kepala MTsN Kota Tegal, Kamis (16/10/2025)

Monitoring dan evaluasi tersebut dalam upaya menjaga akuntabilitas anggaran dan agar proses pembangunan tersebut dapat berjalan tepat anggaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

“Kehadiran kami hari ini bertujuan untuk memastikan progres fisik dan penyerapan anggaran berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kualitas bangunan harus menjadi prioritas utama, tidak boleh dikorbankan demi apapun,” ucapnya.

Kakanwil menyampaikan bahwa pembangunan ini sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim pelaksana, karena Proyek SBSN ini adalah amanah negara untuk meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan madrasah. “Maka dari itu setiap pihak yang terlibat dalam proses pembangunan ini diharapkan dapat berkontribusi secara positif dalam mensukseskan program ini sesuai dengan tugas dan tanggung jawab serta menjaga amanah ini hingga bisa menjadi jariyah bagi semuanya,” tuturnya.

Saiful Mujab juga menjelaskan sekilas tentang Higher Order Thinking Skills (HOTS). Adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi secara kompleks yang melibatkan analisis, evaluasi, dan penciptaan, bukan sekadar mengingat atau memahami konsep dasar.

Keterampilan ini mencakup berpikir kritis, kreatif, logis, dan memecahkan masalah, dan seringkali ditandai dengan soal-soal yang menuntut analisis, perbandingan, atau penyelesaian masalah yang lebih mendalam dibandingkan soal standar.

“Maka penerapan HOTS kepada siswa akan mustahil tercapai jika guru dan tenaga pendidik masih nyaman dengan metode lama,” pungkasnya.(Adi/Sua)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Skip to content