Semarang (Humas) – Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI melakukan pemantauan intensif terhadap pelaksanaan Imtihan Wathani (IW) atau ujian nasional bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di wilayah Jawa Tengah. Monitoring ini bertujuan untuk memastikan standar kualitas dan kelancaran ujian nasional yang menjadi tolok ukur kompetensi santri secara nasional, 8 s.d. 14 Januari 2026.
Rangkaian kunjungan monitoring ini tersebar di beberapa kabupaten dengan melibatkan pejabat dari Subdit Pendidikan Diniyah Formal serta akademisi terkait. Hadir secara langsung untuk meninjau lokasi, Kasubtim Kurikulum pada Subdit SPM PDF, Biltihsar Bahtiar. Monitoring dilaksanakan di PDF Darul Ulum Tragung, Kabupaten Batang. Kunjungan ini difokuskan pada pelaksanaan IW tingkat Ulya (setingkat SMA/MA), Kamis, 8 Januari 2026.

”Mari bersama kita tekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan ujian serta kesesuaian implementasi kurikulum PDF di lapangan,” ujarnya.
Selain tingkat Ulya, monitoring juga dilakukan pada jenjang Wustha (setingkat SMP/MTs) di dua titik strategis di wilayah timur Jawa Tengah, seperti PDF Al Kautsar Kajen, Pati. Monitoring di lembaga ini dihadiri oleh Zaenal Muttaqin dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kehadiran unsur akademisi dalam monitoring ini sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap materi ujian dan daya serap santri terhadap kurikulum berbasis kitab kuning yang menjadi ciri khas PDF.

Kemudian, PDF Darusshohihain Sarang, di wilayah pesisir Rembang. Pelaksanaan IW Wustha dipantau langsung oleh Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, Suwardi. Ia memberikan apresiasi terhadap kesiapan teknis pesantren dalam menyelenggarakan ujian nasional bagi para santri di lingkungan pondok.
Imtihan Wathani merupakan bagian dari upaya negara untuk memberikan pengakuan (itiraf) yang setara terhadap lulusan pesantren. ”Melalui monitoring ini, diharapkan kendala di lapangan dapat segera teridentifikasi, sehingga mutu lulusan Pendidikan Diniyah Formal tetap terjaga dan mampu bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya,” tutur Suwardi.
Hingga berakhirnya pelaksanaan IW, seluruh lokasi pondok melaporkan bahwa kegiatan berjalan dengan tertib, khidmat, dan sesuai dengan protokol pendidikan yang ditetapkan oleh pusat.(S)







