Semarang (Humas) – Bertempat di Kampus Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, kegiatan pelatihan bertajuk “Implementasi Pengawasan Berdampak dengan Pendekatan Cinta” resmi dibuka pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mentransformasi peran pengawas madrasah di Jawa Tengah agar lebih humanis dan berdampak nyata bagi satuan pendidikan.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari (19 s.d. 23 Januari 2026) ini menggunakan metode blended learning, diawali secara daring pada 19 s.d. 20 Januari dan dilanjutkan secara luring di BDK Semarang pada 21 s.d 23 Januari.
Penyelenggaraaan kegiatan pelatihan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari jajaran Pengurus Pokjawas Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan pengawas madrasah dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah guna mengasah Keterampilan Pendampingan.
Ketua Pokjawas Madrasah Jawa Tengah, Suyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa esensi dari pelatihan ini adalah pengembangan kapasitas pengawas dalam menyusun program pembinaan, pendampingan, serta pelatihan bagi guru dan kepala madrasah.
“Kami berharap pasca pelatihan ini, keterampilan pengawas dalam mengimplementasikan pengawasan akademik dan manajerial meningkat secara signifikan melalui pendekatan cinta,” ujar Suyanto.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Amin Handoyo menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai Ruh Pendidikan.
“Pendekatan humanis melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah kunci dalam membentuk karakter dan aspek afektif siswa, bukan sekadar mengejar pencapaian kognitif semata,” tuturnya.
Amin Handoyo juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, ada tiga poin utama yang harus ditekankan, yakni:
- Inisiatif Strategis: Pendekatan cinta merupakan gerakan nasional untuk menjadikan kasih sayang sebagai ruh pendidikan di madrasah.
- Fokus Karakter: Pendidikan harus melampaui angka-angka nilai dan lebih berfokus pada pembentukan karakter siswa.
- Sinergitas Kelembagaan: Kerjasama antara Kanwil Kemenag dan BDK Semarang sangat strategis untuk mewujudkan pendidikan yang maju, bermutu, dan mendunia, sesuai dengan tuntutan zaman.
Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Kemenag dan BDK, di antaranya Kepala BDK Semarang Suyatno, Kasubbag TU BDK Semarang, Siti Nur Maunah serta Katim Tendik Kanwil Kemenag Jateng Muhammad Asyiq.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pengawas mampu menjadi mentor yang mengayomi, sehingga tercipta ekosistem madrasah yang nyaman, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada kemajuan prestasi siswa secara menyeluruh.(S)







