
Semarang (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Pendidikan Madrasah menggelar kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503 Tahun 2025 pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Angkatan I, yang berlangsung pada 10–12 Februari 2026 di Semarang. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo.
Dalam sambutannya, Amin Handoyo menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) agar benar-benar diimplementasikan dengan baik di madrasah. Menurutnya, setiap program pendidikan memerlukan kontrol yang berkelanjutan untuk memastikan kesesuaiannya dengan tujuan dan regulasi yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan bahwa budaya Barat kerap identik dengan sekularisme, di mana dalam berbagai dinamika sering terjadi pertentangan antara ilmu pengetahuan dan agama. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, Menteri Agama RI berupaya mengintegrasikan keduanya melalui berbagai kebijakan, salah satunya melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menekankan aspek keilmuan, tetapi juga perilaku. Pendidikan madrasah harus mampu memperkaya akal dan hati secara seimbang. Ilmu pengetahuan bersifat relatif, sementara agama bersifat absolut, sehingga keduanya perlu diintegrasikan secara harmonis,” ungkap Amin Handoyo.
Sementara itu, Ketua Tim Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Juair, menyampaikan bahwa kegiatan penguatan implementasi kurikulum ini dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama diikuti oleh 133 peserta yang terdiri atas Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum se-Jawa Tengah, khususnya dari Karesidenan Banyumas, Kedu, dan sebagian wilayah Semarang.
Juair menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat penyelarasan implementasi kurikulum di lapangan agar tidak melenceng dari regulasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Selain itu, peserta diharapkan mampu mendiseminasikan hasil kegiatan ini di madrasah masing-masing maupun di lingkungan sekitar.
“Harapannya, apa yang sudah dipahami dalam kegiatan ini dapat diterapkan secara konsisten dan ditularkan kepada madrasah lain, sehingga implementasi kurikulum berjalan seragam dan sesuai kebijakan,” ujar Juair.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Jawa Tengah berharap implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503 Tahun 2025, khususnya Kurikulum Berbasis Cinta, dapat berjalan optimal dalam membentuk peserta didik Madrasah Tsanawiyah yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.







