Peragaan Manasik Haji RA Kabupaten Pati, Ribuan Anak-anak Miqat dari Pendopo

Pati – Pendopo Kabupaten Pati Jawa Tengah ramai dengan anak-anak Raudlatul Athfal (RA) yang mengenakan pakaian serba putih, Kamis (8/11/2018) sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka nampak bersiap, melafalkan niat haji secara bersama dipandu para guru pendamping. Selanjutnya peragaan manasik haji yang diikuti oleh anak RA se-Kawedanan Pati ini melakukan miqot awal yang dimulai di Pendopo.

Ketua panitia pelaksana, Thohuroh menjelaskan kegiatan ini merupakan rutinitas dua tahunan yang digelar oleh Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA).

“Peragaan secara langsung manasik bertujuan mengenalkan anak sejak dini bahwa haji sebagai rukun Islam ke lima ini juga merupakan ibadah sosial,” jelasnya.

Anak-anak dijelaskannya juga menyambut bahagia, sebab miqot di Pendopo ini menjadi kali pertama.

“Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kemenag ini sekaligus memberi pengalaman baru, karena sebagai pembukaan Miqotnya ada di Pendopo,” paparnya.

Secara garis umum, terdapat dua lokasi peragaan ini.

Jika Miqot di Pendopo, maka untuk khutbah di Arafah, Balang Jumroh, Muzdalifah, pelaksanaan Sa'i dan Thawaf dilaksanakan di alun-alun.

“Jadi selain rukun, sunnah-sunnah juga akan dijelaskan lebih lanjut dan ada praktek,” lanjutnya.

Total peserta ada 1086 anak dari 42 lembaga Raudlatul Athfal, dengan 154 guru pendamping.

Anak-anak dari Kecamatan Margorejo, Gembong, Pati, Tlogowungu, Trangkil dan Gabus itu dibagi menjadi 6 kloter.

Kepala Kankemenag Kab. Pati, Imron menjelaskan bahwa kegiatan ini selain memberikan pengenalan kepada anak terkait haji, juga menjadi langkah untuk memberikan pembinaan karakter.

Anak-anak juga guru pendamping dapat bertemu dan bersilaturrahim dengan banyak lembaga lain, ungkapnya.

“Untuk anakku sekalian ini sebagai langkah memberikan, mengenalkan dengan pelajaran agama yang lebih mendalam, tidak hanya baca tulis Al-Qur'an saja. Praktek Haji sebagai rukun Islam kelima kita laksanakan, sekaligus bisa menjadi pembinaan karakter,” ujarnya. (dlr/Am/bd)