081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Sasar Gen Z, Kemenag Jateng Matangkan Persiapan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melakukan akselerasi strategis guna memperkuat pembinaan karakter remaja. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Persiapan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia yang digelar di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jateng, Kamis (19/2/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PAI, Nurzaini Wahyu Widodo, didampingi Ketua Tim Kerja PAI, Karina, ini bertujuan mematangkan kesiapan teknis operasional hingga substansi materi. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi para aktivis Rohis di berbagai jenjang pendidikan di Jawa Tengah.

Menyadari bahwa pembinaan karakter remaja memerlukan pendekatan kolektif, Kanwil Kemenag Jateng menggandeng berbagai pemangku kepentingan strategis. Kehadiran para mitra ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program di lapangan agar lebih masif dan terukur.

Acara dihadiri oleh jajaran tokoh pendidikan dan organisasi profesi, antara lain Kasi SMK Cabdin II Dinas Pendidikan & Kebudayaan Prov. Jateng, Andang, beserta staf. DPW AGPAII Jawa Tengah (Hery Nugroho), serta perwakilan FKG PAI TK, SLB, KKG PAI SD, hingga MGMP PAI SMP/SMA/SMK se-Jawa Tengah. Perwakilan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Edi Mulyanto dan Hery Pamungkas. Serta Presiden Rohis Indonesia Muhamad Ridanara Adiyatma, PW Rohis Indonesia Jawa Tengah, dan PC Rohis Indonesia Kota Semarang.

Dalam arahannya, Nurzaini Wahyu Widodo menekankan bahwa tantangan koordinasi tahun ini adalah menyelaraskan metode pengajaran agar relevan dengan karakteristik Generasi Z. Menurutnya, pendekatan yang kaku tidak lagi efektif untuk generasi yang dinamis dan akrab dengan teknologi.

“Pesantren Ramadan Rohis Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah wadah penguatan moderasi beragama sekaligus pengasahan jiwa kepemimpinan bagi siswa di sekolah umum,” tegas Nurzaini.

Ia menambahkan bahwa kurikulum pembinaan tahun ini didesain secara adaptif. Pesan-pesan keagamaan akan dikemas melalui pendekatan kreatif yang menjembatani nilai-nilai Moderasi Beragama dengan tren gaya hidup remaja masa kini. Melalui sinergi solid antara pemerintah, organisasi profesi guru, dan akademisi, Rakor ini ditargetkan menghasilkan output konkret berupa terbentuknya profil pelajar yang Religius-Nasionalis.

”Program ini bukan sekadar pengisi waktu luang di bulan puasa. Kami menargetkan lahirnya profil pelajar yang tidak hanya matang secara spiritual, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi,” pungkasnya. Dengan persiapan yang matang, Pesantren Ramadan Rohis Indonesia diharapkan menjadi oase pendidikan karakter yang inklusif dan inspiratif bagi seluruh siswa di Jawa Tengah.(S)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print