081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Tiga Skill Wajib Santri Gen Z: Baca, Bicara, Menulis di Era Digital

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Semangat literasi dan dakwah digital menguat di Pondok Pesantren Az Zuhri, Jalan Ketileng Raya, Sendangmulyo, Kota Semarang, Sabtu (21/2/2026). Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI secara resmi membuka Pelatihan Santri Gen Z Memproduksi Konten Media dalam rangka Gerakan Santri Menulis 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa santri zaman now, yang hidup di tengah arus informasi dan media sosial wajib menguasai tiga keterampilan utama sebagai fondasi masa depan: membaca, berbicara, dan menulis.

Menurutnya, membaca merupakan perintah pertama dalam Islam melalui wahyu yang menjadi dasar pembentukan kualitas diri. Budaya membaca akan melahirkan keluasan wawasan, ketajaman berpikir, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Selain itu, keterampilan berbicara juga menjadi kebutuhan penting bagi santri masa kini. Kemampuan menyampaikan pesan secara baik, runtut, dan menarik dinilai sangat relevan di ruang publik, termasuk dalam aktivitas dakwah dan komunikasi digital.

Adapun menulis disebut sebagai keterampilan yang mampu mengabadikan gagasan. Melalui tulisan, pemikiran tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga dapat memberi pengaruh luas dan berkelanjutan.

“Karena itu saya mengajak kepada seluruh santri untuk menguasai tiga rangkaian keterampilan ini: membaca, berbicara, menulis. Terlebih di era media sosial yang telah berkembang luar biasa,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pelatihan ini menjadi stimulus untuk terus berlatih dan mengembangkan kapasitas diri, serta mengaplikasikan ketiga keterampilan tersebut secara produktif di media sosial.

Gerakan Santri Menulis sendiri merupakan program literasi yang digagas oleh Suara Merdeka Network dan telah berjalan selama 32 tahun. Setiap tahun, program ini menargetkan 10 pondok pesantren sebagai lokus pembinaan literasi. Hingga kini, sebanyak 320 pondok pesantren telah mendapatkan edukasi kepenulisan melalui gerakan tersebut, termasuk Pondok Pesantren Az Zuhri.

Dalam pelatihan ini, para santri dibekali keterampilan dasar jurnalistik, teknik menulis berita dan opini, strategi menyusun konten media yang menarik dan relevan, teknik public speaking, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebaran pesan-pesan kebaikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir santri yang tidak hanya kuat dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan produktif dalam mengisi ruang digital dengan konten yang edukatif dan mencerahkan.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print