Salatiga (PHU) – Tagline Kementerian Haji dan Umrah, yang pernah disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf melalui konsep Tri Sukses Penyelenggaraan Haji dan Umrah diharapkan dapat menjadi modal awal dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026. Konsep ini terdiri dari tiga pilar, meliputi sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi dan sukses peradaban dan keadaban.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Pengadaan Meubelair dan Mesin Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah (PLHUT) Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Kebumen.
“Mulai tahun 2026, penyelenggaraan ibadah haji akan dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah yang baru saja terbentuk, sambil menunggu revisi Undang-Undang No. 8 Tahun 2019 rampung persiapan dalam penyiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan harus tetap dilaksanakan,” jelas Fitriyanto, Kamis (02/10).
“Seperti yang pernah di sampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan melalui konsep Tri Sukses Penyelenggaraan Haji dan Umrah diharapkan dapat menjadi modal awal kita dalam persiapan haji tahun depan,” katanya.
“Ketiga pilar tersebut meliputi sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi dan sukses peradaban dan keadaban,” sebutnya.
Fitriyanto menyerukan pentingnya penerapan konsep Tri Sukses dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Hal tersebut disampaikan di Aula Wahid Prime Hotel Salatiga, yang dihadiri juga beberapa perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Kebumen.
Disampaikannya bahwa tri sukses haji yang pertama yaitu keberhasilan ritual, yang memastikan seluruh Jemaah Haji dapat menjalankan ibadah dengan aman. Sukses ritual berfokus pada pelaksanaan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sah, baik rukun, sunnah dan wajibnya.
Yang kedua keberhasilan ekosistem ekonomi haji, yang mengoptimalkan potensi haji dan umrah dalam mendukung UMKM halal, industri logistik, layanan keuangan syariah, serta teknologi pelayanan. Sukses ekosistem ekonomi diarahkan untuk memberdayakan pelaku usaha lokal, menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Yang ketiga, keberhasilan peradaban dan keadaban, dengan membentuk Jemaah Haji sebagai duta Islam yang menampilkan karakter yang bisa menjadi tauladan. Adapun sukses peradaban-keadaban bertujuan membangun karakter jamaah yang santun, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Pendahulu kita dulu sepulang dari ibadah haji dapat menggerakkan masyarakat sekitar sepulang dari ibadah haji, bagaimana nilai-nilai perjuangan ini bisa kita munculkan semangatnya di tengah masyarakat,” jelas Fitriyanto.
“Tidak hanya kemabruran haji-nya saja, tetapi juga muncul kebangkitan haji dan bisa memakmurkan peribadatan masyarakat sekitarnya,” ucapnya.
“Tri Sukses harus menjadi ruh dalam setiap layanan haji yang kita berikan,” tegasnya. “Seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah pada kegiatan konsolidasi kemarin memberikan arahan untuk memperkuat pelayanan haji melalui transformasi layanan. Yang mana, hal ini membutuhkan dukungan seluruh stakeholder perhajian guna mewujudkan penyelenggaraan haji yang lebih professional di masa mendatang,” pungkas Fitriyanto.(vid/Sua)







