081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Tri Sukses Haji Menjawab Isu Haji Terkini

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Surakarta (Humas) – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 terus dilaksanakan, salah satunya program kegiatan Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) menjawab permasalahan dan issue terkini dalam penyelenggaraa ibadah haji.

“Kankemenag se-Solo Raya juga telah menandatangani MoU dengan Kantor Imigrasi terkait pelayanan penerbitan paspor bagi calon jemaah haji, langkah sinergis ini kami harap dapat mempermudah dan memperlancar proses administrasi masyarakat,” kata Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun saat memberikan sambutan di Boga Bogi Resto Kota Surakarta, Minggu (12/10).

“Termasuk mitigasi kesehatan dari calon jemaah haji dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta,” ucapnya.

Hadir juga sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi VIII dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah didepan 165 orang peserta dari unsur stakeholder perhajian maupun calon jemaah haji.

Di sesi berikutnya Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menyinggung terkait revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 dan problematika dalam penyelenggaraan ibadah haji, salah satunya waitinglist pada tiap Provinsi yang berbeda-beda.

“Akan ada rencana pengusulan kuota haji sama rata se-Indonesia, bukan lagi dibagi per Provinsi, sebagai wujud keadilan bagi seluruh calon jemaah haji di tanah air,” tandasnya.

Selanjutnya Kabid PHU, Fitriyanto menjelaskan Tri Sukses Penyelenggaraan Haji dalam kegiatan Jamarah Angkatan VII, yang terdiri dari Sukses Ritual Haji, Sukses Ekosistem Ekonomi Haji dan Sukses Peradaban dan Keadaban.

“Tri sukses haji yang pertama yaitu Sukses Ritual Haji, dimana memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman mulai dari tanah air sampai jemaah haji tiba kembali di Indonesia,” kata Fitri.

“Yang kedua ekosistem ekonomi haji, yang mengoptimalkan potensi uang beredar untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dimana selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kebutuhan pangan jemaah haji selama di Arab Saudi menjadi peluang bagi petani dan pengusaha di Indonesia, termasuk dalam mendukung UMKM halal dan teknologi pelayanan,” jelasnya.

“Yang ketiga, Sukses Peradaban dan Keadaban, Jemaah haji sepulang dari berhaji membawa haji mabrur, dan menyebarkan kebaikan di masyarakat dengan adab yang bagus, serta patriotisme dan nasionalisme yang tinggi. Sehingga terwujudlah cita-cita bersama, masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ucapnya.

Fitriyanto juga menjelaskan issue-issue haji terkini, salah satunya terkait dengan pendafaran haji tanpa antri dan langsung berangkat.

“Issue haji tanpa antri yang kerap beredar di masyarakat perlu disikapi secara hati-hati, waspada terkait visa haji yang akan digunakan agar tidak ada jemaah haji yang dideportasi ataupun di blacklist karena tidak menggunakan visa haji,”

“Tri Sukses Haji, Sukses Ritual Haji termasuk administrasinya yatu visa haji-nya,” pungkas Fitriyanto.(vid/Sua).

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Skip to content