081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Tutup Safari di Jawa Tengah, Menag Kunjungi Ponpes An Nawawi Berjan Purworejo

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Purworejo (Humas) – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengakhiri rangkaian safari kerjanya di Jawa Tengah dengan mengunjungi Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Purworejo, Jumat (6/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menag menyerahkan bantuan stimulan senilai Rp100 juta untuk pengembangan pesantren.

​Bantuan yang diserahkan secara simbolis ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di lingkungan madrasah dan pesantren. Menag menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat ekosistem pendidikan Islam agar tetap relevan, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi di era modern.

​”Pesantren adalah pilar penting pendidikan bangsa. Melalui program ini, kita ingin memastikan sarana dan mutu pendidikan keagamaan terus meningkat,” ujar Menag di sela kunjungannya.

​Kedatangan Menag disambut langsung oleh pengasuh Ponpes An Nawawi, KH Achmad Chalwani Nawawi, di kediamannya. Turut mendampingi Menag dalam rombongan, Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said.

​Dalam perbincangan tersebut, KH. Chalwani menyinggung sejarah besar pesantren Berjan yang didirikan oleh Syekh Zarkasyi (dikenal juga dengan Syekh Ngoyib). Beliau dikenal sebagai ulama besar yang memiliki pengaruh luas, bahkan tercatat pernah mengangkat 4 Kyai besar di tanah Jawa sebagai khalifah tarekat.

​Kyai Chalwani juga memaparkan warisan literasi leluhurnya dengan menulis berbagai kitab dan buku dalam Bahasa Jawa, sebuah bukti nyata bagaimana pesantren mampu membumikan ajaran agama ke dalam budaya lokal (inkulturasi).

​Acara ditutup dengan ramah tamah dan jamuan makan bersama. Suasana akrab menyelimuti pertemuan ini, sebagai simbol sinergi yang kuat antara pemerintah (umaro) dan tokoh agama (ulama) dalam menjaga kesejukan serta kemajuan pendidikan di Jawa Tengah.(S)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Skip to content