Waspada, Kasus HIV-AIDS Sudah Tersebar Di Kabupaten Batang

Batang – Atas dasar temuan yang sangat mencengangkan dari Dinas Kesehatan Kab. Batang bahwa di tahun 2017 yang lalu, di Kabupaten Batang ditemukan 824 Kasus HIV-Aids yang tersebar di 15 kecamatan, dan menempatkan Kab. Batang sebagai rangking 2 terbanyak se Jawa Tengah. Maka, KUA Kecamatan Banyuputih bekerja sama dengan Puskesmas Banyuputih menyelenggarakan penyuluhan tentang HIV- AIDS serta Pemulasaraan jenazah bagi orang meninggal yang mengidap penyakit tersebut di aula Balai Nikah KUA Kecamatan Banyuputih pada Rabu, (13/02). Hadir sebagai peserta pada acara  itu adalah para Kasi Pelayanan dari desa se kecamatan Banyuputih, Penyuluh Agama Islam Non PNS, Penyuluh Agama Islam  Fungsional, serta ASN di KUA  Kecamatan Banyuputih .

Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Batang, Darwanto sebagai pembicara, menyampaikan materi tentang pemulasaraan jenazah, dimana dia menyatakan bahwa jenazah yang meninggal karena HIV-AIDS secara syar’i, sama pengurusannya, artinya syarat dan rukun dari pemulasaraan itu tidak ada bedanya. Hanya bagi pengurus jenazah itu harus menggunakan sarung tangan karet yang higenis dan memakai sepatu boot, agar tidak tertular virus yang ada di tubuh jenazah itu.

“Pada dasarnya janazah yang terkena HIV-AIDS diberlakukan pemulasaraan yang sama seperti janazah umumnya, hanya perlu lebih hati-hati, dan yang penting lagi saat melakukan pemulasaraan janazah itu harus memakai kaos tangan karet serta bersepatu boot”, katanya.

Selain itu Darwanto juga menyerukan kepada seluruh Kasi Pelayanan dan para Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Banyuputih untuk melaporkan ke puskesmas dan KUA Kecamatan bila didapati ada jenazah yang terkena HIV-Aids, agar dalam penanganannya dapat dipantau secara langsung.

“Saya menyerukan kepada para Penyuluh Agama Islam beserta para Kasi Pelayanan di Kecamatan Banyuputih untuk segera melaporkan pada puskesmas dan KUA Kecamatan, bila ada orang yang meninggal didesanya nyata-nyata terjangkit HIV-AIDS”, serunya.

Sementara itu dr. Ida Suryani Kepala Puskesmas Banyuputih dalam materinya menyampaikan tentang tentang bahayanya HIV-AIDS terhadap kelangsungan generasi ke depan. Dia mengatakan bahwa HIV-AIDS di Kabupaten Batang benar-benar sudah pada angka yang sangat menghawatirkan. Untuk itu harus ada penanganan dan antisipasi dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“HIV-AIDS sangat berbahaya terhadap kelangsungan generasi kita kedepan, di Kabupaten Batang pihak baik pemerintah maupun masyarakat”, katanya.

Adapun pemateri dari pegiat penanggulangan HIV-Aids Kab. Batang, Danang, dalam materinya menyampaikan tentang kondisi masyarakat kabupaten Batang yang terkena HIV-Aids. Dia mengatakan Bahwa Kabupaten Batang di tahun 2017 ditemukan 824 Kasus HIV-AIDS yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Batang. Angka itu menempatkan kabupaten Batang sebagai rengking ke 2 se Jawa Tengah banyaknya kasus HIV-Aids.

“Ditahun 2017 pada bulan Januari, di Kabupaten Batang ditemukan 824 Kasus HIV-AIDS, angka itu menempatkan kita di rengking 2 kasus terbanyak se Jawa Tengah,” katanya.

Danang juga menyampaikan bahwa  Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan Aquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah Sindrom atau kumpulan gejala penyakit akibat penurunan kekebalan tubuh. Keduanya merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat ditularkan melalui darah, cairan kelamin maupun ASI. Cara penularanya dapat dengan, Seks bebas atau hubungan seks yang beresiko,Narkoba suntik, Tatto atau tindik,Transfusi darah yang tidak steril, Wanita hamil penderita HIV-AIDS. Untuk itu dia mengajak kepada seluruh potensi baik pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan cara berperilaku sehat dan positif, menghindari hubungan seks beresiko, menghindari narkoba,menghindari transfusi darah yang tidak steril,menghindari tatto dan tindik, serta mengindari pemberian ASI kepada bayi dari ibu penderita HIV-AIDS. (Zy/Wul)