50 orang penerima Vaksin Covid-19 Tahap pertama di Kankemenag Kab Brebes

Brebes – Untuk tahap pertama, sebanyak 50 orang penerima Vaksin Covid-19 berkumpul di Aula Kankemenag Kab Brebes. 50 penerima vaksin tersebut terdiri dari 45 ASN di lingkungan Kankemenag Kab Brebes, dan 5 orang dari tokoh agama di Kab Brebes. Vaksinasi Covid-19 pada tokoh agama bertujuan agar dapat meyakinkan masyarakat akan dampak positif adanya vaksinasi Covid-19 terhadap keberhasilan program vaksinasi Covid-19.

Tokoh agama menjadi salah satu prioritas program vaksinasi COVID-19. Peran para tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu memiliki tugas yang langsung berhubungan dengan masyarakat dalam melakukan pembinaan keagamaan.

Sebelum dilaksanakan penyuntikan vaksin, dr. Munaryo, Dokter yang bertugas di Puskesmas Jatibarang menyampaikan informasi tentang vaksinasi covid 19. Selain itu, beliaupun siap menjawab pertanyaan ASN hingga konsultasi pribadi terkait Vaksin.

Para ASN Kankemenag Kab. Brebes beserta tokoh agama terlebih dahulu di-screening untuk dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta. Setelah dinyatakan sehat oleh petugas dari Dinas Kesehatan, barulah disuntiikan vaksin Covid-19 di meja terpisah.

“Setelah vaksin disuntikan ke lengan, penerima terlebih dahulu diobservasi selama 30 menit untuk melihat reaksi tubuh. Alhamdulillah saya tidak merasakan efek samping ataupun dampak negatif, namun sedikit mengantuk.,” jelas Plt Kasubag TU kankemenag Kab Brebes, Mad Soleh.

Soleh berharap agar seluruh masyarakat khususnya jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes tidak takut divaksin, untuk mencegah penyebaran, virus Covid-19.

Sebagai ASN Kementerian Agama, diharapkan dapat mengambil bagian bersama-sama pemerintah untuk melawan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan ikut serta dalam vaksinasi Covid-19. Ini sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk melawan penyebaran wabah Covid 19.

“Mari tetap patuhi protokol kesehatan dengan cara mematuhi 5M yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi”, tutupnya. (DA/Sua)