Madin Pertahankan Tradisi Muhafadoh Syiiran

Brebes – Kegiatan menghafal nadhom sudah terbiasa dilaksanakan di Pesantren. Madin sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Pesantren juga tetap melaksanakan kegiatan muhafadhoh dengan menghafalkan syiiran. Kegiatan hafalan nadhom di Madin Tarbiyatul Mubtadiin, Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kab Brebes secara rutin dilaksanakan  setiap akhir semester.

Hal ini sudah menjadi program yang  untuk menjaga tradisi pesantren, demikian disampaikan oleh Nur Yasin sebagai Kepala Madin Tarbiyatul Mubtadiin disela sela kegiatan Muhafadzoh Syiiran Tuhfatul Atfal, Senin 22 Februari 2021.

Satu persatu setiap santri Madin maju dihadapan penguji para Ustad untuk menilai kelancaran hafalan tersebut.  “Jauh jauh hari mereka yang akan diuji hafalannya sudah mempersiapkan diri untuk menghafal”, imbuhnya.

Kasi PD Pontren, KH Akrom Jangka Daosat,M.SI menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap lembaga pendidikan Diniyah. Madin sebagai lembaga pendidikan keagamaan agar menerapkan ciri khas pesantren. Syiiran atau nadhoman Tuhfatul Atfal, Aqidatul Awam dan nadhoman yang lain agar tetap menjadi ciri Madrasah Diniyah.

“Hafalan nadzhom dan nulis Arab pegon dan Arab gundul agar menjadi kebiasaan dalam pembelajaran di Madin. Sehingga anak anak secara tidak langsung diajari karakter dan ciri khas pesantren. Proses pembelajaran dengan prinsip ” Al Muhafadzotu ala qodimis Sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah ” yang artinya mempertahankan metode lama yang masih relevan dan mengambil metode baru yang lebih baik  menjadi prinsip dalam  meningkatkan kualitas pendidikan di Madin”, ujar kandidat Doktor UIN Walisongo .

Sementara itu Ketua DPC FKDT Kab Brebes menyampaikan, hafalan syiiran dengan lagu lagu tertentu adalah acara belajar ysng menyenangkan untuk peserta didik di Madin. Pengarang kitab membuat materi pembelajaran dengan model syiir agar mudah dihafal dan difahami. Era tahun 1980 di lembaga pendidikan formal MI masih kita temukan pelajaran syiiran Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awam dan Tuhfatul Atfal sebagai muatan lokal. Namun hari ini yang masih ada syiiran tersebut di Madin bahkan untuk Aqidatul.Awam di lombakan sampai dengan tingkat propinsi dalam Porsadin. (AS/Sua)