Teknik Penyusunan Soal Ujian Madrasah Dengan HOTS

Brebes – Menindaklanjuti SK Dirjen Nomor 752 Tahun 2021 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2020/2021, Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyusun kisi-kisi ujian Madrasah kelompok mata pelajaran pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab jenjang MI, MTs dan MA/MAK.

Kisi-kisi ujian madrasah meliputi mapel Quran Hadis, Akidah Ahlak, Fiqih, SKI dan Bahasa arab untuk jenjang MI, MTs dan MA/MAK,yang berfungsi memberikan panduan sekaligus membantu guru madrasah dalam menyusun soal ujian madrasah kelompok Mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah. Kisi-kisi ini disusun dengan mengacu pada KMA 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah

Dalam menyusun soal, guru dapat memilih dari 60 kisi-kisi setiap jenjang yang telah disiapkan oleh Kementerian Agama dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi masing-masing madrasah, serta memperhtikan rambu-rambu persentase dan komposisi level kognitif. Untuk itu, Kemenag Kab. Brebes melakukan Bimbingan Teknis tentang Penyusunan soal Higher Order Thinking Skill  (HOTS) bagi guru Madrasah. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 8 Maret 2021 bertempat di Aula Kankemenag Kab Brebes, dengan dihadiri oleh seluruh guru kelas dan Madrasah dari tingkat M, MTS hingga Aliyah baik negeri maupun swasta. Peserta bimtek terdiri dari 70 orang, 20 orang dari Madrasah Ibtidaiyah, 20 orang dari Madrasah Tsanawiyah, 30 orang dari Madrasah Aliyah, dan 15 orang peserta yang pernah mengikuti BIMTEK di Kanwil.

“Saya berharap, penyusunan HOTS ini meskipun dilaksanakan hanya dalam waktu sehari, semoga ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan. Karena ilmu yang bermanfaat, dapat menjadi ladang amal hingga ke akhirat nanti. Aamiin,” kalimat penutup yang disampaikan Fajarin, Kakemenag Kab Brebes dengan diaminkan oleh peserta yang hadir.

Pada pembukaan, seluruh peserta digabung menjadisatu di aula Kankemenag Brebes, setelah pembukaan, peserta dibagi menjadi 3 (tiga) sesuai dengan tingkatan Madrasah. Untuk Madrasah Ibtidaiyah menggunakan ruang Kabah, Madrasah Tsanawiyah menggunakan aula Pusat layanan Haji dan Umroh Terpadu, sedangkan Madrasah aliyah menggunakan aula kakemenag.

Shofar Sholahudin (tim pengembang kurikulum dan evaluasi Madrasah, Direktorat KSKK Kemenag RI) selaku Narasumber menjelaskan bahwa Higher Order Thinking Skill  (HOTS) merupakan Kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate) atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS mengukur kemampuan Transfer satu konsep ke konsep lainnya, Memproses dan menerapkan informasi, Mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, Menelaah ide dan informasi secara kritis.(DA/Sua)