PDWK Saintifik Pembelajaran Bagi Guru di Kabupaten Brebes

Brebes – Kepala Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Brebes H. Fajarin membuka dengan resmi kegiatan Pelatihan di Wilayah Kerja (PDWK) yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, bertempat di Gedung Aula Kemenag Brebes, Senin, (25/10/2021).

Dengan bertemakan pendekatan saintifik pembelajaran bagi Guru, pelatihan ini dikhususkan untuk  Guru dilingkungan Kemenag Brebes yang akan dibekali ilmu oleh pemateri dari Widyaiwara. Diikuti oleh 40 peserta dari guru-guru madrasah perwakilan dari 17 Kecamatan yang ada dikabupaten Brebes.

H. Suyatno  selaku ketua panitia menyampaikan PDWK dengan jumlah peserta 40 orang itu akan dilakanakan selama 6 hari mulai tanggal 25 – 30 Oktober  2021 dengan tujuan, untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dalam proses pembelajaran dan sikap mental peserta pelatihan agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan standar kompetensi sebagai seorang guru yang professional.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, H. Fajarin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pendekaatan saintifik merupakan hal yang sangat penting bagi guru.

“Pendekatan saintifik ini sangat penting bagi para guru karena sudah bergulir semenjak kurikulum tiga belas berjalan, pendekatan saintifik saat ini telah diadopsi oleh negara berkembang dan tidak hanya diterapkan pada ilmu ekasakta tapi justru pada ilmu sosial termasuk pendidikan agama,” ungkap Fajarin.

“Dengan adanya pendekatan saintifik dalam pembelajaran maka akan menjadi sebuah terobosan baru untuk mendalami dan memahamkan kepada peserta didik agar bisa lebih meyakini akan kebenaran ajaran agama,” lanjutnya.

Kakankemenag berharap melalui pemateri dari Widyaiswara yang memang spesifik dalam hal pendekatan saintifik, dapat menghasilkan output tiga aspek pencapaian diklat yakni Pengetahuan, sikap dan keahlian.

“Saya berharap semua peserta PDWK dapat mengikuti pelatihan dengan baik agar bisa mendapatkan hasil yang dapat menambah kompetensi dan profesionalitas dalam hal pembelajaran agama Islam,” imbuhnya.

“Dengan meningkatkan keshalehan baik pribadi mapun keshalehan social sehingga dapat menjadi suriteladan bagi peserta didik, serta mampu mewujudkan moderasi beragama,  yang menekankan pada 4 aspek komitmen yaitu Komitmen Kebangsaan, Komitmen Tolerasni, Komitmen NKRI, dan Komitmen mengakomodasi budaya daerah sebagai unsur keanekaragaman dalam bingkay budaya nasional Indonesia,” pungkas Fajarin.

Kegiatan Pelatihan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran di wilayah kerja Kantor Kemenag Brebes, dilaksanakan dengan dua metode yaitu  Metode Luring dari jam 07.00 – 12.00 WIB, dan Metode Daring  pukul 13.00 – 17.00 WIB, hal ini dilaksanakan karena  Wilayah kabupaten Brebes masa dalam PPKM level 3.

Kegiatan ini memberikan materi ajar bagi peserta yaitu konsep pemahaman saintifik  pembelajaran, Analisis Vidio  pendekatan saintifik dalam pembelajaran, model-model pendekatan saintifik dalam pembelajaran, penyusun RPP, simulasi pendidikan saintifik dalam pembelajaran, dan materi yang lainya sebanyak 60 jam pelajaran.(Hid/Sua)