Literasi Dalam Peningkatan Profesional Pada KKG MI Kecamatan Larangan

Brebes – Pengetahuan tentang literasi bagi seorang Pendidik sangat penting pada era 4.0. Hal tersebut karena kita dihadapkan dengan semua yang serba digital, maka literasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan pada era digital ini. Literasi yang meliputi, menyimak, berbicara, membaca dan menulis adalah pengetahuan yang harus dimiliki oleh peserta didik. Demikian ditegaskan oleh Ibu Karyu, selalu Fasilitstor  Daerah (FASDA) dalam Pelatihan Kelompok Kerja Guru Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk Guru MI di Kec Larangan.

Lebih lanjut Ibu Karyu memaparkan modul Pengembangan Literasi. “Dalam pengembangan literasi ada beberapa materi antara lain media bigbook. Ada beberapa ciri bigbook yaitu ada gambar  dan tulisan yang besar dengan ukuran kertas A3. Ada tema atau topik yang tidak bersinggungan dengan sara atau kekerasan. Minimal 8 halaman untuk membuat bigbook. Bigbook juga harus memuat unsur 5W+ 1 H,” papar Ibu Karyu, Fasda bidang Literasi.

Hadir dalam acara tersebut Pengawas MI Kec. Larangan, Moh Tamrin, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut Pengawas memberikan motivasi kepada peserta. Untuk pengembangan keprofesian.berkelanjutan agar semua punya semangat, dan saya melihat yang hadir ini punya semangat yang luar biasa. Sebagai seorang pendidik harus memahami langkah-langkah sebelum pembelajaran. Menyiapkan RPP adalah kewajiban seorang guru. Sebagai dasar acuan pembuatan RPP untuk yang terbaru adalah PMA terbaru tentang RPP. Beliau juga menyampaikan beberapa pengalaman sebagai seorang pendidik yang sudah berpuluh-puluh tahun. Melalui pengalaman sebagai pendidik saya tularkan kepada beberapa lembaga pendidikan dibawah binaan kami terutama menjelang akreditasi. Al hamdulillah MI dibawah binaan kami sebagian besar memperoleh predikat A.

Salah seorang guru dari MI Sirojut Tholibin mempraktekkan bagaimana cara memberikan pemahaman literasi kepada peserta didik. Sebelumnya siswa agar diajak menahan pola pikir yang berkembang dan pola pikir yang tidak berkembang. Contoh pola pikir yang berkembang adalah semangat belajar dengan disiplin yang tinggi karena menyakini bahwa hal tersebut sebagai dasar kesuksesan dalam pembelajaran. “Sementara pola pikir yang tidak berkembang, malas belajar dan tidak  mau membaca buku karena menganggap keduanya hanya membuang waktu,” kata Akhmad Sururi dihadapan para peserta KKG di MI Miftahul Atfal 02 Kedawon pada hari Selasa,16/11/2021.

Kegiatan ini diikuti oleh guru kelas atas dari MI Fathul Marom Anggamaya , MI An Nahl Poncol, MI Curug, MI Mafatihul Huda Dukuhrantam, MI Miftahul Atfal Kedawon 1, Miftahul Atfal 2 dan MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Tentang Bigbook peserta untuk pelatihan bigbook lebih diarahkan untuk tematik yang umum.(AS-Hid/Sua).