Sinau Bareng MAN 2 Brebes dengan MA Takhassus Al-Quran Darul Hikmah Sirampog

Brebes – Guna peningkatkan pemeratan pendidikan madrasah lebih berkualitas, berprestasi, dan berdaya saing, Kamis (27/1) MAN 2 Brebes melaksanakan sosialisasi dan pemaparan program Sahabat Madrasah kepada MA  Takhassus Al-Quran Darul Hikmah Manggis  Sirampog di Aula madrasah setempat.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan dan permohonan MA Takhassus Al-Quran Darul Hikmah kepada MAN 2 Brebes yang sebelumnya menandatangani kerja sama kemitraan melalui program Sahabat Madrasah yang menjadi program Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Surat Edaran  Nomor 9815/ Kw.11.2/1/PP.00/08/2020  tentang Peningkatan dan Pemerataan Mutu Melalui “Sahabat Madrasah”.

MA Takhassus Al-Quran Darul Hikmah yang dipimpin oleh Abdul Wahid, merupakan MA pertama yang secara khusus mengajak  MAN 2 Brebes untuk  sinau bareng, dengan tajuk “Sosialisasi Transformasi Kurikulum, SDM, Digital dan Seni Budaya”.

Dimulai tepat 10.00 WIB, seremonial pembukaan dan sambutan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darul Hikmah, KH. Rozikin Zuhri, kegiatan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan MA Takhassus Darul Hikmah.

“Selamat datang sahabat-sahabat dari MAN 2 Brebes, kami harap tidak sungkan menularkan pengalaman yang telah dikerjakan di MAN 2 Brebes, untuk kami dapat adaptasikan pelaksanaannya di madrasah yang baru berdiri 8 bulan ini,” jelas Kyai Rozikin.

Sosialisasi dan pemaparan disampaikan oleh dua perwakilan dari MAN 2 Brebes yakni Syamsul Bayan  selaku Waka Urusan Akademik dan Eti Sophia Wijayanti yang merupakan Wakil Kepala Urusan Kesiswaan. Dalam paparannya Syamsul menegaskan perlunya inovasi kurikulum, karena inovasi kurikulum menuntut pengembangan yang bersifat dinamis, selalu berubah, menyesuaikan diri dengan kebutuhan mereka yang belajar (peserta didik). Oleh sebab itu inovasi kurikulum harus mengacu pada upaya pencapaian tujuan pendidikan.

“Terlebih dalam era yang serba digital saat ini inovasi menjadi sebuah keniscayaan. Ambil contoh saja dalam kegiatan terkait kurikulum ada E-Learning, Rapot Digital Madrasah (RDM), kelas digital dengan pemanfaatan auto play dan lainnya. Maka perubahan-perubahan tersebut harus sanggup kita ikuti,” tegas Syamsul.

Selanjutnya, Eti menyampaikan pentingnya “branding” bagi sebuah madrasah, apalagi untuk madrasah agar lebih cepat dikenal, diketahui dan diminati masyarakat sekaligus menciptakan karateristk yang berbeda dengan madrasah lain. Beberapa tips disampaikan oleh Eti.

“Membentuk  karakter positif, seragam yang keren, mengejar prestasi, melakukan publikasi dengan dokumentasi yang menarik dan membuat slogan,” pungkas Eti di akhir paparannya.(ESW/Sua)