Asyiknya Belajar Aksara Jawa Yang Dipadukan Karya Seni

Banjarnegara – Beberapa suku di Tanah Air mengenal sistem alfabet tersendiri. Aksara Sunda, Jawa, Batak, Bali, Lontara, dan lain-lain memiliki sistem huruf tersendiri. Salah satunya adalah aksara Jawa yang juga dikenal sebagai hanacaraka, carakan atau denawyanjana. Adalah salah satu aksara tradisional Indonesia yang berkembang di Pulau Jawa. Tetapi belajar bahasa Jawa kerap menjadi momok menakutkan bagi siswa bahkan guru sekalipun.

Tetapi hal itu bisa disiasati oleh Ruswati Yani, selaku guru Seni Budaya di MTs Negeri 2 Banjarnegara mengajarkan aksara Jawa anak didiknya dengan memadukan antara seni lukis dengan aksara Jawa.

Ruswati Yani menuturkan tujuan dipadukannya kedua bahan ajar tersebut bertujuan agar siswa bisa mudah menghafal dan sekaligus bisa menghasilkan karya seni.

“Persoalannya, bagaimana mengaktifkan siswa agar mempunyai kesadaran untuk belajar menghafal. Karena menghafal adalah sesuatu yang membosankan, maka guru harus bisa membuat kondisi pembelajaran yang menyenangkan salah satunya adalah dengan menggabungkan dengan karya seni,” ujarnya pada Jumat, (25/2)

Hal yang dilakukan Ruswati Yani ternyata dirasakan sangat efektif terhadap siswa. Salah satu siswa dari kelas IX A, Anindiya Zada Zahrani mengatakan bahwa apa yang dilakukan Bu Yani sangat menyenangkan dan tidak membosankan.

“Memadukan seni gambar dengan aksara Jawa ternyata sangat menyenangkan, karena kegiatan belajarnya jadi tidak membosankan” ujarnya.

Disela-sela pembelajaran Ruswati Yani mengungkapkan keinginannya tentang penggunaan bahasa Jawa dilingkungan madrasah di hari-hari tertentu. “Penggunaan Bahasa Jawa juga bisa digencarkan di ranah komunikasi di dalam Madrasah, pemberian porsi pada Komunikasi dan pembelajaran muatan lokal di madrasah paling tidak menyediakan referensi bagi siapapun untuk belajar bahasa Jawa,” tegasnya. (ry/ak/rf)