Pencet Bel Pertanda dimulainya Ujian Santri MDTA  Pebatan

Brebes – Ujian sebagai evaluasi pembelajaran akhir pada Madrasah Diniyah dilaksanakan secara serentak di Kab. Brebes, mulai Sabtu, 26/02/ 2022. H. Akrom yang saat ini diamanah sebagai kasi Pd Pontren , yang memiliki salahsatu tugas formal sebagai  Kasi PD Pontren Kemenag Kab Brebes melakukan monitoring di madin diwilayah Kecamatan  Wanasari.

Saat monitoring di Madin Hidayatul Mubtadiin desa Pebatan Kec. Wanasari, Beliau mengawali dengan  membunyikan bel masuk hari  pertama ujian. Setelah bel masuk berbunyi, seluruh peserta ujian memasuki ruang ujian dengan berpakaian seragam.

Dalam kesempatan tersebut Kasi PD Pontren, H. Akrom Jangka Daosat menyampaikan beberapa hal terkait dengan pentingnya pendidikan keagamaan Islam. Saat ini madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu harus ada sinergisitas antara lembaga pendidikan non formal (madin) dan lembaga pendidikan formal (SD/SMP dan MI/MTs ). Hal ini sangat penting agar anak anak kita   mendapatkan ilmu agama Islam pada sore hari dengan tetap mengikuti pembelajaran pada pagi hari di SD/SMP.

Kerjasama atau sinergisitas sangat penting karena nanti akan berpengaruh pada pembagian waktu jam pembelajaran di madrasah diniyah.

Kepala Madin Hidayatul Mubtadiin Pebatan menyampaikan,  “Setiap menjelang ujian madin kami berkirim surat kepada lembaga formal yang intinya agar murid madin, selaku  peserta Ujian mendapatkan dispensasi pulang lebih awal. Sehingga ada persiapan waktu untuk mengikuti ujian di madin. Hal itu kami lakukan dulu ketika belum terjadi Pandemi Covid 19. Setelah terjadi Pandemi Covid 19 dengan pembelajaran daring kami tidak lagi berkirim surat. Karena setiap hari ada di rumah,” jelasnya

Senada dengan Kasi PD Pontren, Ketua DPC FKDT Kab Brebes, berharap antara Kementerian Agama Kab Brebes dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes ada kesepahaman terkait dengan kebijakan terhadap pendidikan Diniyah atau yang disebut dengan sekolah Arab.

Beberapa tahun sebelum Pandemi Covid-19, Madin sering menjadi korban saat sekolah formal menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler terutama menjelang kegiatan Agustusan. Oleh karena itu kehadiran Kasi PD Pontren hari ini sangat bermakna untuk mengetahui peta dan kondisi pendidikan Madin yang siswanya seluruhnya berstatus peserta didik pada lembaga pendidikan formal pada pagi hari.

Kunjungan monitoring dalam rangka Ujian Akhir Madin juga di dampingi Ketua DPAC FKDT Kec Wanasari Tasirin bersama dengan Amin selaku Sekretaris. (AS & Hid/Sua)