Koperasi Untuk Kemakmuran Anggota

Semarang (Inhum) – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Amal Bhakti Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan di Hall Kanwil Kemenag Prov. Jateng 23 Maret 2022, RAT di buka Secara Resmi oleh Kakanwil Kementerian Agama yang diwakili oleh Kepala Bagaian Tata Usaha Wahid Arbani, Rapat dihadiri oleh Ketua Koperasi Kota Semarang Khaerunnisa dan segenap anggota koperasi.

Dalam Sambutannya Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menyamapaikan bahwa “hasil audid Independent masuk dalam standard akutansi keuangan yang entitas dan akuntabel public yang artinya sudah memenuhi akuntabilitas public, obyektif transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan” ucap Wahid Arbani

Capain besar yang dilaporkan sampai saat ini kekayaan Korerasi Amal Bhakti Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mencapai 5,6 Milyard sebih, bahkan Tahun ini koperasi dapat meberikan pinjaman kepada aggota tanpa menggunakan perbankan, bahkan anggota dapat pinjam sampai Rp. 300 Juta. Ini merupakan jumlah yang menarik dengan bunga yang ringan, “kita sebagai aparatur Sipil Negara kita selalu diberikan wejangan wawasan agar berupaya menabung, ada banyak cara menabung, salah satu cara menabung yang efektif adalah dengan cara hutang bukan dalam pengertian mengumpulkan sisa-sisa dari hasil gaji kita melainkan dengan cara hutang di koperasi yang kita invertasikan untuk berbagai hal yang sifatnya tidak  konsumtif tapi dalam rangka untuk mensejahterakan pada masa yang akan datang ” tambahnya

Ucapan terima kasih disampaikan pada pengurus yang telah melaksanakan dedikasi pelaksanaan tugasnya baik sebagai ASN maupun sebagai pengurus Korerasi yang telah melaksanakan dengan baik, dan menjadikan inspirasi bagi kita semua. Sedangkan Ketua Koperasi Amal Bhakti Kanwil Kemenag Prov. Jateng Afief Mundzir “mengatakan bahwa Kekayaan koperasi kita mencapai 5,6 milyard, yang berarti kekuatan ekonomi kita finansial kita sudah bisa dan mampu untuk berdikasi dan  berdiri diatas kaki sendiri, jadi kita sudah tidak bergantung pada bihak ketiga dalam arti perbankan, berarti koperasi kita dapat melayani pinjaman anggota kita sesuai dengan plafon yang disepakati”. Ucap Afief (bd/bd)