Pengawas PAI Imbau Lestarikan Bacaan Alquran di Sekolah

Semarang, Sabtu (26/03/2022) SMPIT Harapan Bunda melaksanakan acara Khataman dan Imtihan ke XV, bertempat di Aula gedung SMPIT Harapan Bunda Semarang.

Khotaman diikuti sebanyak 17 siswa yang telah lulus Ujian EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Alquran) pada Februari lalu dengan penguji dari Koordinator Qiro’ati Cabang Semarang.

Adapaun tema dari acara tersebut yaitu “Melangkah bersama Qiroati, menuju masa depan Qur’ani”. Acara diawali dengan kirab, khataman Quran dan sambutan-sambutan serta penyerahan ijazah, diakhiri dengan pengumuman tiga peserta terbaik. Hadir juga pengawas PAI Kota Semarang H.M. Faojin dan Koordinator Qiro’ati Cabang Semarang 02.

Dalam Persiapannya, panitia telah melaksanakan latihan-latihan sepekan sebelumnya. Melatih para siswa yang akan imtihan dengan penuh semangat. Agenda tersebut berjalan lancar dan penuh hikmad.

Adapun peserta terbaik dari khotmil dan imtihan tersebut terdiri dari Naura Widaninggar Haeny siswi kelas 9D, Yazda Jird Briyan Nebl kelas 9B dan Emi Widi Listyani dari 9C. Harapannya, para siswa terbaik tersebut akan memberikan inspirasi dan motivasi tersendiri bagi siswa lainnya.

Pengawas PAI Kota Semarang H.M. Faojin, dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada SMPIT Harapan Bunda yang melaksanakan kegiatan tersebut.

“Sekolah yang sering mengagendakan kegiatan embaca Alquran maka tempat itu akan mendapat curahan Rahmat, maka sebaiknya memang khotmil Qur’an dilaksanakan di sekolah agar rahmat itu turunnya di sekolah. Selain itu, tim pengurus Qiro’ati diharapkan dapat terus mengembangkan metode qiro’ati serta mengemas ujian qiro’ati agar menyenangkan bagi siswa,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMPIT Harapan Bunda Rianda Herlan Spata Aji juga menyampaikan harus adanya estafet dalam menjaga Alquran, sebagaimana guru yang belajar Alquran kemudian mengajarkannya kepada anak didik, harapannya siswa kedepannya juga mampu mengajarkan Alquran  yang dipelajarainya kepada lingkungan mereka, baik di rumah, sekolah dan masyarakat,” tutur Rianda.

Hal lain yang ia sampaikan pula adalah pentingnya menjaga konsistensi dari siswa dalam membaca Alquran, meskipun mereka telah lulus EBTAQ.(Faojin/bd)