Pentingnya Peningkatan Kompetensi GPAI Dalam Wujudkan KUB

Semarang, Mukhlis Abdillah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang berikan pembinaan pada pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) Kota Semarang yang digelar pada Rabu (2/3/2022).

Bertempat di SD Islam Al Azhar 29, kegiatan tersebut diikuti oleh Pengurus KKG PAI SD Kota Semarang dan Ketua KKG PAI SD pada masing-masing kecamatan.

Pada kesempatan ini Mukhlis mengimbau kepada GPAI untuk meningkatkan kompetensinya dalam PAI sehingga memiliki wawasan yang luas, dengan harapan pendidikan agama yang disampaikan kepada anak didiknya dapat menjadi motor terwujudnya kerukunan umat beragama.

“Harapannya agama tidak hanya sekedar menjadi aspirasi tetapi juga sebagai inspirasi dalam mejalankan kehidupan sehari-hari, sehingga apapun yang dilakukan selalu berlandaskan agama, dengan demikian segala sesuatunya bernilai ibadah kepada Allah,” tuturnya.

Mukhlis menyampaikan fenomena yang terjadi saat ini adalah pemutarbalikan pola pikir atas pemahaman nilai-nilai agama oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab.

“Islam mengajarkan rahmatan lil ‘alamin. Islam bukan menjustifikasi, Islam itu mengasihi sehingga muncul konsep tasawuf yaitu kekerasan baik mental maupun fisik itu adalah perbuatan dosa/zalim/keji, tetapi dengan isu keagamaan yang dibumbui dengan dalil yang mengatasnamakan jihad mampu mencuci otak bahwa kekerasan itu baik, bahkan kemudian mencaci dan mengkafirkan yang lain karena atas dasar syari. Disinilah pentingnya GPAI memiliki wawasan keagamaan yang luas, sehingga mampu berperan menjadi peredam dalam penyimpangan pemahaman agama,” terangnya.

Pada bagian lain Mukhlis menjelaskan heteroginitas masyarakat Indonesia baik dalam bahasa, suku, ras, agama, latar belakang pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya menjadi tantangan bagi GPAI untuk bisa menghadirkan agama sebagai pendorong terwujudnya kerukunan umat beragama.

“Salah satu program pemerintah adalah terwujudnya kerukunan umat beragama. Hal ini tidak mungkin terwujud tanpa ada toleransi antar umat beragama. Pendidikan agama merupaka salah satu sarana efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moril tersebut,” pungkas Mukhlis. (Wakidi/Darlin/Nunung/NBA/bd)