Selama Seminggu  lebih  MI Husnul Khatimah  Kota Semarang  Selenggarakan Ujian Madrasah

Pelaksanaan Ujian di Mi Husnul Khatimah

Semarang-Madrasah Ibtidaiyah (MI) Husnul Khatimah  Kota Semarang  selenggarakan Ujian Madrasah (UM) yang diikuti 61 peserta didik kelas VI. Ujian Madrasah yang berlangsung mulai senin (11 / 4 2022 ) sampai Selasa (19/4/2022) ini dibagi menjadi 4 ruangan.

Kegiatan UM dimulai dengan berdoa di ruang ujian masing-masing , yang sebelumnya  seluruh peserta ujian mendapat pengarahan oleh kepala madrasah Istolik Makmun.

Dalam arahannya beliau berpesan kepada seluruh peserta didik kelas VI untuk mengerjakan ujian dengan sungguh-sungguh, jujur dan mandiri.

Istolik Makmun juga mengatakan untuk hari pertama, UM berjalan dengan tertib dan lancar. “Alhamdulillah seluruh peserta didik kelas VI hari ini mengikuti ujian semua, anak -anak terlihat sangat semangat, walau dalam kondisi puasa Romadhon..   Semoga UM yang dilaksanakan di bulan suci Ramadhan ini penuh keberkahan,

Suyadi, guru kelas VI B MI Husnul Khatimah  juga berharap ujian berjalan dengan lancar. Suyadi mengatakan bahwa peserta didik telah melakukan persiapan sebelum ujian dengan belajar materi-materi ujian serta kisi-kisi UM . Pengawas UM, Joko Purwanto mengaku selama mengerjakan ujian anak-anak terlihat sangat tenang, mereka mengerjakan dengan baik dan tanpa kendala. “Alhamdulillah tidak ada yang kekurangan waktu, semua selesai tepat waktu.

Dikatakan Amhal Kaefahmi, Ujian Madrasah (UM) yang dilaksanakan oleh madrasah bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. UM dimaksudkan untuk: 1) mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik; 2) mengukur mutu pendidikan di tingkat Nasional, Provinsi, Kota/Kabupaten, kecamatan dan madrasah; 3) mempertanggung jawabkan penyelenggaraan pendidikan pada masyarakat.

Sedangkan fungsi UM lebih ditekankan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan tamat belajar, alat pertimbangan dalam pemberian ijazah, umpan balik untuk perbaikan program pembelajaran di madrasah, dan sebagai alat pengendali mutu pendidikan.

Menurut Amhal Kaefahmi, selama pandemi Covid-19 yang melanda dunia lebih dari dua (2) tahun ini, sangat berpengaruh pada aspek pendidikan. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan aplikasi daring, belum sepenuhnya efektif dan efisien terhadap pembelajaran. Banyak guru yang masih tergopoh-gopoh atau bingung terhadap model pembelajaran daring.

“Demikian pula, peserta didik. Mereka juga terkendala dengan gadget yang harus gantian dengan orangtua, kuota, dan signal,” jelas Amhal Kaefahmi.

Kendati demikian, tambahnya, UM yang dilaksanakan di MI di wilayah binaannya, yakni di Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik harus tetap terlaksana sesuai dengan tujuan dan fungsi diselenggarakannya ujian.

“Saya optimis bahwa MI di wilayah binaan dapat mengemban amanah ini dengan baik. Terlebih, selama ini, kami telah memberikan pembinaan, pembimbingan, dan pelatihan profesional guru melalui supervisi pembelajaran,” tutur Amhal Kaefahmi.

 “Selama Ujian Madrasah siswa-siswi  MI Husnul Khatimah siswa kelas 1 hingga kelas 5 tetap masuk kbm seperti biasa. Karena ada ruang yang cukup sehingga pelaksanaan ujian madrasah tidak terganggu, ungkap Istolik Makmun. (Istolik/Sukirman/bd)