081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Lebih dari Sekadar AI: Guru PAI Jateng Didorong Jadi Navigator Nilai dan Karakter Siswa

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Salatiga (Humas) — Sebanyak 190 guru Agama Islam dan beberapa guru agama lain DPK Kementerian Agama tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah mengikuti kegiatan pembinaan di Aula SMK Negeri 1 Salatiga. Forum ini menjadi ruang penguatan kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan era digital serta perubahan kebijakan pendidikan keagamaan, Senin 7/9/2026. ​Kepala SMKN 1 Salatiga, Harti, menyambut hangat para peserta dan berharap kegiatan ini membawa dampak nyata bagi mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya menghadirkan pendidikan agama yang unggul, ramah, terintegrasi, serta relevan dengan perkembangan zaman. ​ Sedangkan dalam pengarahannya, Kepala Bidang PAI Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Aini Sa’adah, menegaskan transformasi peran guru PAI di era digital. Guru tidak lagi sebatas penyampai materi keagamaan, tetapi memegang peran strategis sebagai pembentuk karakter dan navigasi moral siswa yang kini hidup dalam ekosistem kecerdasan buatan (AI) serta media sosial. ​ Aini menguraikan enam isu strategis yang menjadi fokus pengembangan PAI ke depan: * ​Transformasi Pembelajaran dan AI: Pemanfaatan platform Smart PAI berbasis AI yang mengintegrasikan 39 buku teks utama PAI dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Teknologi ditempatkan sebagai alat bantu, tanpa menggeser peran guru dalam menanamkan keteladanan dan sentuhan empati. * ​Pembaruan Capaian Pembelajaran (CP): Penyesuaian perencanaan dan asesmen pembelajaran berbasis Keputusan Kepala BSKAP Nomor 020 Tahun 2026 yang memperbarui CP mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti. * ​Penguatan Kurikulum Cinta: Penanaman nilai cinta kepada Sang Pencipta, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama, dan tanah air untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual. * ​Moderasi Beragama: Penekanan pada nilai kerukunan, kesantunan dalam perbedaan, dan cinta kemanusiaan guna membendung potensi penyebaran paham ekstrem serta ujaran kebencian di media sosial. * ​Penerapan Ekoteologi: 2Ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Kemenag mndorong penguatan kesadaran ekologis peserta didik melalui GPAI. Guru harus mampu menghubungkan ajaran khalifah fil ardh dengan menjaga dan melindungi alam lingkunganya sehingga dapat diminimalisir kerusakan oleh manusia. * ​Literasi Al-Qur’an: Pelaksanaan program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) melalui pemetaan kemampuan siswa dan pendampingan pembelajaran yang diferensiatif. ​”Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan mampu membawa perubahan konkret dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing, sehingga pendidikan agama tidak hanya berhenti pada hafalan administrasi, melainkan terwujud dalam perilaku kehidupan sehari-hari siswa,” tutur Aini Sa’adah.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print